Pakar UGM Ungkap Slow Jogging Bisa Jaga Mental dan Cegah Depresi
Pakar UGM mengungkap slow jogging dapat mengaktifkan vagus nerve yang membantu menjaga kesehatan mental, menurunkan risiko depresi, dan menyehatkan tubuh.
Ilustrasi pedagang Pasar Bantul./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, BANTUL--Di era serba digital, pedagang pasar tradisional harus memahami cara digital marketing. Untuk itulah Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Dinkop UKM Perindag) Bantul menggelar pelatihan fotografi produk untuk para pedagang pasar tradisional.
Sekretaris Dinkop UKM Perindag Bantul, Yanatun Yunadiana menjelaskan jika pelatihan fotografi produk ditargetkan menyasar seluruh pasar rakyat di Bantul. Pelatihan ini sebagai salah satu langkah proyeksi menuju pengoptimalan Bantul Online Shop (BOS).
"Itu rencananya kami sebar ke semua pasar, tetapi anggaran kita terbatas. Mungkin yang kami sasar pasar-pasar yang besar, yang nanti kita proyeksikan masuk e-Catalogue dan BOS," kata Yanatun, Kamis (9/6/2022).
BACA JUGA: Dihapus Pusat, Bagaimana Nasib Tenaga Honorer di Bantul?
Yanatun menambahkan bila tahun ini pelatihan fotografi produk ini diharapkan mampu mencakup lima pasar besar di Bantul. Rencananya bila masih anggarannya mencukupi, lima pasar Bantul akan menjadi sasaran pelatihan ini meliputi Pasar Niten, Pasar Imogiri, Pasar Piyungan, Pasar Bantul dan Pasar Pijenan.
Disebutkan Yanatun, penerapan BOS maupun e-Catalogue masih menemui kesulitan untuk bisa dipakai oleh masyarakat umum.
"Seperti misalnya, pedagang pasar, katering, rumah makan masih kesulitan kalau NIP punya tetapi salah satu syaratnya pakai SPT juga, itu yang menjadi kendala," ujar dia.
Kendati demikian, Yanatun berharap pelatihan fotogragi yang diberikan kepada para pedagang pasar bisa menciptakan transaksi jual beli hanya di pasar saja, tetapi transaksi bisa di mana pun secara online.
BACA JUGA: Nelayan: Puncak Paceklik Ikan Terjadi Juli-Awal Agustus
Pasalnya Yanatun melihat ada tren penurunan transaksi di pasar sekitar lima persen yang kemungkinan beralih kepada tren belanja dari rumah.
"Sekarang kan masyarakat cenderung mereka belanja kan dari rumah. Sehingga pedagang-pedagang kami latih, selain mereka jualan di pasar mereka ya bisa melayani transaksi dari online," ujarnya.
Bila transaksi daring dapat dimaksimalkan oleh pedagang pasar, pedagang bisa berjualan tanpa keterbatasan waktu operasional pasar yang rata-rata hanya sampai pukul 09.00 WIB atau 12.00 WIB. Melainkan pedagang bisa berdagang secara daring, dari rumah sekalipun.
Keluaran dari program ini Yanatun berharap kesejahteraan pedagang pasar bisa meningkat karena bisa berjualan dari mana saja.
"Kami harapkan akan seperti itu. Sehingga pasar itu tidak hanya [transaksi] dari jam enam pagi sampai jam sembilan pagi, tapi bisa agak lama," ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pakar UGM mengungkap slow jogging dapat mengaktifkan vagus nerve yang membantu menjaga kesehatan mental, menurunkan risiko depresi, dan menyehatkan tubuh.
Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan Sekolah Rakyat memberi akses pendidikan layak bagi lebih dari 43 ribu anak hingga Agustus 2026.
Profil Jorge Messi, ayah sekaligus manajer Lionel Messi yang berperan dalam karier, kontrak, bisnis, hingga perjalanan Messi ke Barcelona.
PSS Sleman menang 1-0 atas Kendal Tornado FC. Pieter Huistra puas memberi menit bermain 45 menit kepada dua komposisi tim berbeda.
Penembakan terjadi sekitar 500 meter dari pintu masuk FBLB 2026 di Walesi. Dua warga sipil terluka dan dirawat di RSUD Wamena.
Anggaran Paskibraka Jateng 2026 turun menjadi Rp500 juta-Rp600 juta. Kuota 45 peserta tetap dipertahankan untuk upacara HUT RI.