Gerindra Gunungkidul Bangun Kantor Rp1 Miliar, Rampung Akhir Tahun
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
Suasana posko PPDB di kantor Dinas Dikpora Bantul pada Rabu (8/6/2022)./Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pendidikan Gunungkidul memperbolehkan sekolah menerima siswa baru, meski proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) telah selesai pada Jumat (24/6/2022) lalu. Kebijakan ini dilakukan karena masih banyak sekolah di Gunungkidul yang masih kekurangan siswa.
Kepala Bidang SMP, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Tijan mengatakan, tahun ajaran baru 2022-2023 dimulai pada Senin (11/7/2022) mendatang. Proses ini diawali dengan penerimaan siswa baru. Untuk pendaftaran tingkat SMP sudah terlaksana 20-22 Juni dan diumumkan di 24 Juni 2022.
Meski demikian, ia tidak menampik ada 75 SMP di Gunungkidul yang kekurangan murid karena kuota bangku yang dimiliki tak terisi semuanya. Adanya sekolah-sekolah yang masih kekurangan murid, maka dinas pendidikan memperbolehkan menerima siswa baru, meski PPDB telah selesai.
“Silahkan menerima murid, bagi sekolah yang kekurangan murid,” katanya, Kamis (30/6/2022).
Baca juga: Sekolah di Kulonprogo Kekurangan Murid, Kebanyakan di Kawasan Menoreh
Tijan menjelaskan, proses penerimaan siswa ini tidak seperti saat pelaksanaan pendafaran di jalur reguler. Pasalnya, proses dilakukan secara manual dengan membawa berkas pendaftaran ke sekolah yang dituju. “Tidak lewat online lagi, tapi harus datang ke sekolah,” ujarnya.
Menurut dia, kelonggaran untuk penerimaan tidak hanya menutupi adanya kekurangan murid, akan tetap juga sebagai upaya mengurangi risiko anak putus sekolah. “Daripada putus, maka sekolah masih bisa menerima murid baru, walaupun PPDB sudah ditutup,” katanya.
Banyak Sekolah Kekurangan Murid
Dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Ajaran 2022-2023 banyak sekolah di Gunungkidul yang kekurangan murid. Data dari Dinas Pendidikan Gunungkidul, ada 452 SD yang melaksanakan PPDB online.
Sebanyak 7.210 siswa dinyatakan masuk SD. Meski demikian, tidak semua sekolah bisa memenuhi kuota minimal rombongan belajar 20 anak didik.
Hal ini dikarenakan hanya 124 sekolah yang bisa memenuhi rombongan belajar. Adapun 328 sekolah lainnya belum bisa memenuhi kuota seperti yang diharapkan.
Kekurangan siswa juga terjadi pada tingkat SMP. Total ada SMP baik swasta maupun negeri yang mengikuti PPDB online ada 107 sekolah. Adapun 75 sekolah lainnya mengalami kekurangan murid.
Sekretaris Dinas Pendidikan, Gunungkidul, Winarno mengatakan, adanya SMP yang kekurangan murid sudah diprediksi sejak persiapan PPDB. Menurut dia, daya tampung yang dimiliki lebih banyak, ketimbang calon siswa dari lulusan SD.
Dia mencontohkan, untuk tingkat SMP daya tampung yang dimiliki (gabungan sekolah negeri dan swasta) sebanyak 10.676 anak. Namun, jumlah siswa yang diterima sesuai dengan hasil dari PPDB online hanya 7.106 anak.
“Kondisi kekurangan murid juga terjadi pada sekolah di tingkat SD,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPC Gerindra Gunungkidul mulai membangun kantor permanen di Baleharjo dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dari iuran kader dan anggota.
PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan proses hukum terhadap pelaku pencurian kabel prasarana Whoosh diperlukan untuk memberikan efek jera.
Harga beras Jogja naik pada September 2026 akibat pasokan berkurang. BPS juga mewaspadai kenaikan harga pangan menjelang Nataru.
Kebakaran Trans Home Sleman terjadi Kamis siang. Api muncul dari bagian belakang dan cepat merembet hingga melahap area toko.
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang berdampak pada 10 hektare lahan. Sebanyak 11 truk pemadam dan alat berat dikerahkan.
Indonesia unggul 6-1 atas Bangladesh di babak pertama FIFA Asean Cup 2026. Mitchell Baker mencetak empat gol untuk skuad Garuda.