Advertisement

Genjot Pendapatan Retribusi Pasar Tradisional, Ini yang Dilakukan Pemkab Bantul

Lugas Subarkah
Kamis, 28 Juli 2022 - 20:27 WIB
Arief Junianto
Genjot Pendapatan Retribusi Pasar Tradisional, Ini yang Dilakukan Pemkab Bantul Ilustrasi aktivitas di di Pasar Imogiri. - Harian Jogja/David Kurniawan

Advertisement

Harianjogja.com, BANTUL — Guna mempercepat digitalisasi pasar rakyat, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (KUKMPP) Bantul menerapkan retribusi elektronik (retribusi-el) pasar dan penerapan QRIS di pasar rakyat. Penerapan retribusi-el itu dilakukan dengan menggandeng Bank BPD DIY.

Retibusi-el pasar rakyat merupakan sistem informasi yang dapat diakses secara daring yang memuat transaksi pembayaran retribusi dari para pedagang. Dengan adanya retribusi-el, kualitas pengelolaan retribusi dapat ditingkatkan karena lebih akuntabel, transparan, dan efisen.

Peluncuran digitalisasi pasar rakyat melibatkan 500 pedagang yang akan membayar retribusi pelayanan pasar secara nontunai menggunakan QRIS.

BACA JUGA: Kreatif! Kelompok Ini Bisa Ubah Sampah Jadi Paralon untuk Kandang Kambing

Pedagang tersebut masing-masing berasal dari Pasar Niten, Pasar Imogiri, Pasar Semampir, Pasar Sungapan, Pasar Serep, dan Pasar Angkruksari.

Sekretaris Dinas KUKMPP, Yanatun Yunadiana, mengatakan jumlah pedagang pasar di 32 pasar yang ada di Kabupaten Bantul mencapai 11.800 pedagang.

“Kami merencanakan hingga pertengahan 2023, retribusi-el dapat diterapkan untuk 4.000 pedagang pasar. Pada akhir 2024, seluruh pedagang di Bantul sudah wajib retribusi-el,” ujarnya.

Program digitalisasi pasar rakyat pada tahun ini mengusung tema Dengan E-Retribusi Kita Tingkatkan Kalitas Pengelolaan Retribusi Secara Lebih Efisien Dan Akuntabel.

Tema itu sesuai dengan tagline percepatan dan perluasan retribusi-el pasar rakyat yaitu Gampang dan Ganep, Gampang Carane dan Ganep Itungane.

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, menuturkan pasar rakyat merupakan bagian vital dari proses perdagangan dan merupakan bagian dari aktivitas keseharian masyarakat.

Advertisement

Itulah sebabnya, untuk menyesuaikan pola kehidupan era Revolusi Industri 4.0 dan pola adaptasi kondisi baru, Pemkab Bantul memodernisasi dan menggenjot digitalisasi pasar rakyat.

“Saya berharap sebelum 2024 target tersebut bisa tercapai. Nanti dilanjutkan dengan retribusi-el parkir dan sebagainya, sehingga akan lebih efisien, efektif, dan memuaskan semua pemangku kepentingan,” katanya.

Menurut dia, digitalisasi pasar rakyat ini diharapkan akan mempercepat program digitalisasi di Kabupaten Bantul dan tentunya akan memperkuat sistem pemerintahan berbasis teknologi.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Streaming Starjoja FM
alt

Istri di China Menuntut Selingkuhan Suaminya Senilai Rp8,2 Miliar

News
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:17 WIB

Advertisement

alt

Tiket Masuk Borobudur dan Pulau Komodo Naik, Sandiaga Uno: Tidak Semua Tiket Destinasi Naik!

Wisata
| Senin, 15 Agustus 2022, 23:57 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement