Dinkes Bantul Pastikan Belum Ada Temuan Influenza A di Bumi Projotamansari
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Sejumlah pengunjung dan wisatawan Malioboro mengikuti kegiatan membatik massal di Malioboro, Jogja, Sabtu (1/10/2022)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pengunjung Malioboro ikut serta dalam kegiatan membatik massal. Agenda ini dalam memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Oktober, Sabtu (1/10/2022) di kawasan pedestrian Malioboro, tepatnya sisi barat Pasar Beringharjo. Selain upaya edukasi dan mengenalkan budaya batik kepada pengunjung, kegiatan ini juga untuk mendukung Malioboro sebagai panggung pertunjukan terpanjang di Jogja.
Salah satu pengunjung yang ikut berpartisipasi yakni Eed Van Deerven, wisatawan asal negeri kincir angin, Belanda. Eed mengatakan, dirinya tertarik mengikuti kegiatan membatik massal lantaran ingin mencoba secara langsung proses membuat batik. Menurutnya, motif yang melekat pada batik punya ciri khas yang kuat dan butuh proses yang panjang sejak pengerjaan awal sampai siap dikenakan.
"Saya kebetulan berlibur bersama keluarga dan mengunjungi beberapa kawasan wisata yang ada di Jogja. Saya tertarik mengikuti membatik massal untuk merasakan pengalaman dan sensasinya," kata Eed.
BACA JUGA: Korupsi Perizinan, Haryadi Suyuti Cs Segera Disidang di Pengadilan Tipikor Jogja
Tidak hanya edukasi membatik, peringatan Hari Batik Nasional itu juga dirayakan dengan berbagai suguhan atraksi kepada pengunjung Malioboro dengan serba-serbi kain batik. Pengunjung dihibur dengan fashion show on the street yang menampilkan berbagai macam motif batik, kemudian ada pula tari-tarian dengan menggunakan kain batik oleh berbagai komunitas.
Manajer Toko Hamzah Batik, Yanuar Nugroho, mengatakan edukasi membatik masal itu menyediakan kain batik sepanjang 20 meter yang telah dicap untuk digunakan oleh para pengunjung. Pengunjung dan wisatawan yang tertarik bisa langsung mencoba tanpa dipungut biaya. Antusiasme pengunjung menikmati acara dan kegiatan membatik masal cukup signifikan. Tidak hanya pengunjung dewasa saja, anak-anak pun ikut menjajal sensasi membatik.
Dengan sabar dan telaten, mereka perlahan-lahan menggoreskan malam yang disiapkan ke atas kain. Kain batik sepanjang 20 meter itu dibuat berjejer di pedestrian Malioboro dilengkapi dengan pewarna, cat, malam, kompor, beserta cantingnya. Adapun motif batik yang disediakan merupakan motif yang kadung dikenal oleh banyak orang misalnya motif parang atau kawung. Dengan coraknya yang tidak terlalu banyak dan detail, membuat pengunjung tidak terlalu sulit untuk membatik.
BACA JUGA: Ditangkap Polisi, Ini Sosok yang Diduga Anggota DPRD Bantul Berinisial ESJ
"Motifnya hanya yang biasa ada parang dan kawung. Ini kan hanya dasar saja karena memang tujuannya edukasi, jadi pengunjung sudah relatif tahu. Harapan kami Jogja sebagai Kota Batik Dunia bisa mengenalkan batik kepada lebih banyak orang," kata Yanuar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul memastikan belum ada temuan influenza A hingga 29 September 2026 meski terdapat laporan 24 kasus di DIY.
Penjualan Daihatsu kuartal III 2026 mencapai 37.167 unit, tumbuh 10%. Gran Max Series menjadi model dengan penjualan tertinggi.
Malioboro Run 4 Oktober berpotensi memicu kepadatan lalu lintas. KAI mengimbau penumpang Stasiun Yogyakarta dan Lempuyangan datang lebih awal.
Kebakaran TPA Jatibarang mulai terkendali, tetapi 20% titik api masih tersisa. Petugas terus mendinginkan tumpukan sampah hingga kedalaman 10 meter.
Kemkomdigi menilai notifikasi masa aktif belum cukup melindungi nilai ekonomi sisa kuota internet pelanggan sesuai amanat putusan MK.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 4 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.