Update Kasus Daycare Jogja, Puluhan Anak Alami Gangguan Tumbuh Kembang
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja meraih penghargaan anugerah Memori Kolektif Bangsa (MKB) dari Arsip Nasional Republik Indonesia terkait arsip kawasan Kotabaru di Jakarta, (22/5/2025). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja meraih penghargaan anugerah Memori Kolektif Bangsa (MKB) dari Arsip Nasional Republik Indonesia terkait arsip kawasan Kotabaru tahun 1925-2023. Selain itu, Pemkot Jogja juga meraih MKB terkait arsip Konferensi Colombo Plan XI tahun 1959.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Jogja, Afia Rosdiana menjelaskan arsip kawasan Kotabaru tersebut mencatat terkait peradaban di sana mulai dari masa kolonial, pendudukan Jepang, hingga sekarang. Arsip kawasan Kotabaru yang diakui ANRI adalah peta Kotabaru tahun 1925. Peta tersebut menampilkan kawasan hunian inti dan pembagian kapling-kapling rumah. Di situ juga terlihat nama jalan yang berasal dari nama gunung dan sungai.
Ia menilai kawasan Kotabaru memiliki kedudukan yang penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Pada masa koloniel, kawasan yang dibangun sebagai hunain modern pertama bagi kalangan orang Belanda dan Eropa di Jogja. Kemudian, pada masa pendudukan Jepang, kawasan tersebut dihuni pejabat militer, tangsi dan digunakan sebagai gudang persenjataan.
Pada masa revolusi kemerdekaan, kawasan tersebut menjadi pusat pemerintahan dan ibukota Indonesia. “Kini bangunan-bangunan bersejarah tersebut masih ada dan tetap dipertahankan,” katanya, Sabtu (24/5/2025).
Menurutnya, kawasan Kotabaru yang masih terjaga hingga saat ini membuktikan komitmen Pemkot Jogja untuk menjaga kawasan yang memiliki sejarah bagi bangsa Indonesia tersebut.
Dia menuturkan diperlukan waktu sekitar 20 bulan untuk menyusun arsip yang diajukan dalam MKB tersebut. Dalam penyusunan tersebut, Pemkot Jogja bekerja sama dengan Pemda DIY dan Puro Pakualaman sejak tahun lalu.
“Penetapan MKB kawasan Kotabaru memberikan manfaat bagi masyarakat dengan mengetahui sejarah kawasan tersebut secara nyata dan dibuktikan dengan arsip yang ada,” katanya.
Selain itu, penetapan MKB pada kawasan tersebut juga menjadikan sejarah kawasan tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam kebijakan pembangunan dan pengembangan kawasan tersebut ke depan.
Saat ini ada 320 berkas yang terdiri dari 256 berkas tekstual, 33 foto, dan 31 kartografi. Berkas tersebut didukung pula dengan penelusuran arsip dari 23 entitas sebagai pelengkap informasi sejarah. Arsip tersebut kini disimpan dalam kondisi terawat di Lembaga Kearsipan Daerah Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Jogja temukan 30 anak daycare alami gangguan gizi dan tumbuh kembang. Penanganan terapi dan pemulihan sedang dilakukan.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan akan menindak tegas pengusaha tambang yang merusak lingkungan dan melanggar aturan konservasi.
Kemlu RI mengonfirmasi tujuh WNI tewas akibat kapal tenggelam di Pulau Pangkor, Malaysia. Tujuh korban lainnya masih dicari.
Pemerintah menyiapkan aturan KPR tenor 40 tahun agar cicilan rumah lebih ringan dan akses rumah murah semakin mudah dijangkau masyarakat.
Bahlil Lahadalia mengaku sudah menjelaskan aturan baru harga patokan mineral kepada investor dan Kedubes China di tengah kekhawatiran regulasi tambang.
DPRD DIY menyoroti indikator kinerja daerah yang baru 40 persen meski ekonomi DIY tumbuh dan angka kemiskinan menurun.