Kelok 23 di JJLS Jogja Segera Dibuka, Waktu Tempuh Kretek-Girijati Cuma 7,5 Menit
JJLS Kelok 23 segera diuji coba. Waktu tempuh Kretek-Girijati dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi 7,5 menit.
Suasana pameran batik di Dome Area Gedung Oval Taman Pintar./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA - Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober 2022 sekaligus upaya mempertahankan pengakuan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbenda oleh UNESCO, Taman Pintar kembali menggelar pameran batik untuk yang ketiga kalinya setelah terakhir dilaksanakan pada 2019.
Kepala Taman Pintar, Retno Yuliani mengatakan pameran batik kali ini mengangkat tema Adiwastra Narawita: Kain Indah Sang Raja. Koleksi kain batik ditampilkan di Dome Area Gedung Oval Taman Pintar dan bisa dinikmati pada 28 Oktober-3 November 2022. Pameran ini menampilkan sebanyak 27 koleksi kain batik Kraton Jogja dan Kadipaten Pakualaman.
Dalam tema ini, keindahan yang dimaksud tidak hanya semata-mata dari tampilan motif batik melainkan hasil manifestasi dari nilai-nilai spiritual dan pemurnian diri, serta manusia dalam konteks harmoni dengan semesta alam yang tertib, serasi dan seimbang.
"Kraton Jogja menampilkan koleksi batik Awisan Ndalem atau Batik Larangan, yaitu motif-motif batik yang penggunaannya terikat dengan aturan-aturan tertentu di Kraton Jogja dan tidak semua orang boleh memakainya," kata Retno, Minggu (30/10/2022).
BACA JUGA: TPST Piyungan Penuh, Warga Jogja Diminta Pilah Sampah dari Rumah
Batik Larangan dilatarbelakangi oleh keyakinan adanya kekuatan spiritual maupun makna filsafat yang terkandung dalam motif kain batik. Motif pada kain batik dipercaya mampu menciptakan suasana yang religius serta memancarkan aura magis sesuai dengan makna yang dikandungnya.
Oleh karena itu beberapa motif kain batik, terutama yang mempunyai nilai falsafah tinggi, dinyatakan sebagai Batik Larangan.
Sementara Puro Pakualaman menampilkan kain batik bertema Dhaup Ageng Pakualaman: Kemilau Sang Surya Mulyarja yang merupakan bagian dari batik seri Asthabrata koleksi Kadipaten Pakualaman. Motif ini tercipta berdasarkan iluminasi tentang Batara Surya dalam naskah Sestradisuhul dan Sestra Ageng Adidarma.
Selain memamerkan kain batik, akan ada kegiatan yang dapat diikuti pengunjung seperti membatik, mewiru pada Jumat-Minggu, 28-30 Oktober 2022 dan menulis nama menggunakan aksara jawa pada Selasa-Rabu, 1-2 November 2022.
"Dalam pameran ini, diharapkan pengunjung mendapat pengetahuan baru tentang makna motif batik kraton/kerajaan yang memiliki nilai filosofi tinggi," ucap Retno.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 segera diuji coba. Waktu tempuh Kretek-Girijati dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi 7,5 menit.
DPRD Kulonprogo meminta hasil panen petani lokal diprioritaskan untuk memenuhi cadangan pangan daerah.
Muse kehilangan nama akun @muse di Instagram dan X setelah Meta memakai nama tersebut untuk agen AI baru. Bagaimana akun itu berpindah?
Veda Ega Pratama mengalami cedera punggung setelah crash, tetapi Honda Team Asia memastikan pembalap Indonesia itu siap tampil di Moto3 San Marino.
Timnas Basket Indonesia kalah 48-102 dari Korea Selatan pada penyisihan Pool A Asian Games 2026 di Aichi International Arena.
Fenomena langit September 2026 menghadirkan lima planet, Bimasakti, aurora, hingga Harvest Moon yang menarik diamati sepanjang bulan.