Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Tim peneliti menunjukkan smart farm yang sudah digunakan di Boyolali, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu./Istimewa-UNY
Harianjogja.com, SLEMAN — Sejumlah dosen UNY dan Sekolah Vokasi UGM bersama beberapa mahasiswa dari Prodi Pendidikan Teknik Elektro, Teknik Elektro dan Pendidikan Teknik Mekatronika UNY mengembangkan pertanian pintar (smart farm) di Boyolali, Jawa Tengah.
Pengembangan smart farm itu terdiri dari enam modul alat teknologi yang sudah terintegrasi dengan Internet of Things. Keenam modul tersebut dapat mendeteksi kesuburan tanah; memberikan informasi kandungan tanah; mengukur kecepatan angin; mengatur aliran air yang masuk ke area persawahan; serta penentuan dosis pupuk yang dapat memperhitungkan berapa jumlah pupuk yang harus diberikan ke tanaman.
Uniknya, dari enam modul tersebut terdapat salah satu modul berupa audio stimulan yang diharapkan dapat mempercepat dan meningkatkan hasil panen.
Dosen UNY yang juga Ketua Peneliti Smart Farm, Khairudin menjelaskan smart farm dibangun untuk memelopori pertanian pintar di Indonesia.
BACA JUGA: Kadus di Sleman Akui Potong Uang Bansos dan Siap Mundur, Begini Kata Bupati
Modul alat teknologi tersebut telah dibangun dan diterapkan pada persawahan yang berada di Kabupaten Boyolali. “Para petani mengeluhkan susahnya mengusir hama serta sulitnya menghitung dosis pupuk serta mengatur pengairan, sehingga saya beserta tim mengembangkan modul teknologi ini,” ujarnya, Rabu (7/12/2022).
Timnya berharap dengan pembangunan smart farm tersebut dapat memberikan dampak yang besar bagi para petani khususnya dalam hal efisiensi pekerjaan.
Adanya smart farm juga diharapkan mampu menjadi pelopor pertanian pintar di Indonesia. Hal ini juga membuktikan bahwa UNY sangat berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam pengembangan teknologi.
Ketua Aliansi Petani Padi Organik Boyolali (APPOLI), Hendro, mengaku modul teknologi dari UNY ini sangat membantu petani di Boyolali. “Untuk memantau sawah dari jarak jauh dan pekerjaan menjadi lebih efisien,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
DisperinkopUKM Kulonprogo mempercepat pendampingan sertifikasi halal gratis bagi UMKM sebelum kuota Sehati DIY ditutup akhir Mei 2026.
PBB mendesak investigasi independen atas dugaan penyiksaan dan kematian tahanan Palestina di pusat penahanan Israel.
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.