Lumbung Mataram Kalurahan Purwosari di Kulonprogo Mengoptimalkan Pertanian dan Peternakan Warga
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Proses pembangunan biopori di Kelurahan Mantrijeron yang dilakukan uga dengan gotong royong pada Desember lalu. Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Kelurahan Mantrijeron, Kota Jogja membangun biopori sebanyak 24 lubang yang tersebar di 12 titik. Kini, biopori di Kelurahan Mantrijeron tersebut jadi fasilitas utama pengolahan sampah organik warga yang berada di Kemantren Mantrijeron ini.
Masing-masing biopori berkedalaman dua meter. Kedalaman tersebut mampu menampung sampah organik warga Mantrijeron selama tiga bulan. Nantinya hasil penimbunan sampah organik tersebut akan menjadi pupuk.
BACA JUGA : Biopori Disosialisasikan untuk Konservasi Air di Depok
Lurah Mantrijeron Bambang Purambono menjelaskan pemilihan model biopori untuk mengolah sampah organik karena banyak warganya membutuhkan pupuk untuk tanaman masing-masing. “Kami optimis lewat biopori ini sampah organik di Mantrijeron dapat terolah dengan baik dan tidak sampai keluar kelurahan,” jelasnya, Selasa (3/1/2022).
Bambang menyebut hasil biopori juga memiliki nilai tambah yang bisa dimanfaatkan warganya. “Secara ekonomis ada nilai tambahnya, secara sosial juga kalau kegiatan warga butuh kompos tinggal pakai hasil biopori ini,” katanya.
Antusiasme masyarakat Mantrijeron, lanjut Bambang, terkait pemanfaatan biopori cukup tinggi. “Mereka secara swadaya sudah sadar untuk membuang sampah organiknya ke biopori ini,” ujarnya.
Pemilahan sampah sejak dalam rumah tangga, jelas Bambang, juga makin teroptimalkan lewat program biopori ini. “Karena sudah ada kesadaran bahwa biopori khusus sampah organik, secara otomatis masyarakat akan memilah sendiri sampahnya sejak dalam rumah tangga,” jelasnya.
BACA JUGA : Antisipasi Kekeringan, DLH Bantul Galakkan Ribuan Biopori
Pengelolaan biopori di Kelurahan Mantrijeron juga langsung dipegang oleh warga lewat RW masing-masing. “Mereka bikin piket warga untuk memastikan biopori di masing-masing titik berfungsi dengan baik, jika ada kendala dan masalah akan dibereskan petugas yang piket. Artinya ini menunjukan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah dengan baik,” ucapnya.
Koordinasi juga sudah dilakukan antara bank sampah, pengerobak, dan pengelola biopori di Kelurahan Mantrijeron. “Biopori ini fasilitas bersama jadi harus dimanfaatkan dan dimaksimalkan dengan baik, nanti pengerobak juga bisa membuang sampah hasilnya ke biopori ini tapi khusus yang organik,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Salah satu implementasi program Lumbung Mataram di Kulonprogo dilakukan Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo
Kejagung menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi IUP PT QSS terkait dugaan ekspor bauksit ilegal di Kalimantan Barat.
Kemenkes mencatat 2,3 juta anak Indonesia belum pernah imunisasi dalam tiga tahun terakhir. RI kini masuk enam besar dunia kasus zero dose.
Harga emas Pegadaian hari ini 23 Mei 2026 turun. Cek daftar lengkap harga emas Antam, UBS, dan Galeri24 terbaru di sini.
Cek jadwal bus DAMRI Bandara YIA ke Jogja dan Sleman Sabtu 23 Mei 2026 lengkap dengan rute dan tarif terbaru.
Jadwal KA Bandara YIA menuju Stasiun Tugu Yogyakarta dan sebaliknya pada 20 Mei 2026, lengkap dari pagi hingga malam hari.