6 Kalurahan Gunungkidul Dapat SPAM, Anggaran Capai Rp1,15 Miliar
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
Sejumlah mahasiswa menggelar aksi damai di kawasan Tugu Jogja Kamis (2/2/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA — Kajian yang dilakukan sejumlah mahasiswa menyebut sedikitnya 60% institusi sekolah menengah atas (SMA) di wilayah Sleman terpapar paham radikalisme.
Modus yang dilakukan dalam menyebarluaskan aliran itu dilakukan lewat program pengenalan lingkungan sekolah yang diampu oleh para senior.
"Dari kajian kami di 2021 lalu, bahwa di Sleman ada setidaknya 60 persen SMA yang terpapar radikalisme. Kajian itu kami ambil dari pemetaan terhadap adanya program pengenalan sekolah yang langsung dibawakan oleh para alumni," kata Koordinator Daerah BEM Nusantara DIY, Muhammad Nur Fadilah saat menyampaikan aspirasi di Tugu Jogja, Kamis (2/2/2023).
Pihaknya mengaku miris dengan fenomena tersebut. Sekolah yang mestinya menjadi tempat anak-anak bangsa mengecam pendidikan dan menuntut ilmu malah jadi sasaran empuk jagung penyebarluasan aliran radikalisme yang berujung pada aksi terorisme maupun intoleransi.
"Ini sangat miris sekali, bagaimana bisa lolos paham itu ke dunia pendidikan. Harusnya dunia pendidikan bisa jadi tempat yang paling aman untuk mencerdaskan anak bangsa, tapi sekarang malah jadi sasaran empuk bagi paham radikalisme," ucapnya.
BACA JUGA: Siswa SMK Dirgantara Putra Bangsa Deklarasi Cegah Nikah Dini Hingga Radikalisme
Pihaknya meminta kepada pemerintah daerah, polisi dan aparat penegak hukum untuk menyikapi serius persoalan itu. Upaya dalam menbendung masuknya aliran dan paham yang berpotensi memecah belah bangsa mesti dilaksanakan secara menyeluruh dengan melibatkan sekolah, murid maupun alumni.
"Anak muda dan remaja memang yang paling rentan terhadap fenomena radikalisme. Ini sangat mengganggu kestabilan nasional terlebih lagi menjelang tahun politik kita tidak mau terpecah dengan paham radikal," katanya.
Dalam aksi itu elemen mahasiswa menyatakan tujuh poin pernyataan sikap terhadap fenomena radikalisme di wilayah DIY dengan membentangkan spanduk, berorasi dan aksi damai.
Mereka mengecam maraknya aksi kejahatan dan segala bentuk aksi radikalisme, terorisme dan Intoleransi yang sudah sangat meresahkan warga, mengganggu stabilitas kamtibmas dan keutuhan NKRI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Enam kalurahan di Gunungkidul mendapat pembangunan SPAM dengan anggaran Rp1,159 miliar untuk menambah 215 sambungan rumah.
BGN meminta makanan MBG yang tidak layak tidak dikonsumsi dan segera dikembalikan ke SPPG untuk diperiksa dan diinvestigasi.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 13 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Jogja. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.