Kekeringan di Panggang, 27 Padukuhan Dapat Bantuan 1 Juta Liter Air
Sebanyak 27 padukuhan di Kapanewon Panggang, Gunungkidul, mendapat bantuan 1 juta liter air bersih dari Buddha Tzu Chi Sinar Mas.
Proses evakuasi seorang mahasiswa asal Fakultas Kedokteran UNS yang terjatuh di Luweng Braholo di Kalurahan Purwodadi, Tepus. Minggu (26/3/2023). - Istimewa/Polsek Tepus
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kalurahan Purwodadi, Tepus, Gunungkidul mencatat aktivitas penelusuran luweng tidak hanya dilaksanakan di Luweng Braholo. Pasalnya, masih ada delapan luweng lainnya di kalurahan tersebut.
Ulu-Ulu Kalurahan Purwodadi, Suroyo mengatakan, total di wilayahnya ada sembilan luweng yang sering digunakan kegiatan mahasiswa pecinta alam (Mapala). Selain Braholo, ada Luweng Pelelen, Belik, Nglibeng, Gebyok, Cekelan, Jurug, Mbomo dan Tebasan.
Menurut dia, sembilan luweng ini sering digunakan untuk kegiatan penyusuran. Namun demikian, untuk aktivitas terbanyak berada di Luweng Nglibeng dan Pelelen. Tapi, kadang juga di Luweng Braholo,” katanya saat dihubungi wartawan, Senin (27/3/2023).
BACA JUGA : BREAKING NEWS: Anggota Mapala FK UNS Jatuh di Luweng Braholo Ditemukan Meninggal Dunia
Suroyo menjelaskan, masing-masing luweng memiliki kedalaman yang berbeda-beda. Berdasarkan pendataan, Luweng Braholo menjadi salah satu luweng yang terdalam di Purwodadi.
“Dengan kedalaman sekitar 37 meter [sebelumnya tertulis 20 meter], maka menjadi salah satu luweng terdalam di kalurahan kami,” katanya.
Ia berharap kejadian kecelakaan di Luweng Braholo menjadi pelajaran bersama. Dalam aktivitas penyusuran diminta untuk lebih berhati-hati dan terus memperhatikan sisi keamanan.
BACA JUGA : Gua Braholo Jadi Saksi Prasejarah, Peninggalan Justru
Selain itu, Suroyo meminta kepada para penjelajah agar meminta izin ke kalurahan pada saat akan menyusuri luweng di Purwodadi. Ia tidak menampik, selama ini sudah banyak kegiatan mahasiswa pecinta alam yang mengajukan izin sebelum penyusuran, tapi ada juga yang langsung datang tanpa member pemberitahuan.
“Kalau kegiatan formal banyak yang izin. Tapi, kalau pribadi kebiasaan belum izin. Harapannya, semua kegiatan penyusuran bisa diberitahukan kepada kami,” ujarnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Jogoboyo, Kalurahan Purwodadi, Yanto. Menurut dia, izin ini sangat penting karena tidak hanya sebagai pemberitahuan, tapi juga sebagai upaya pemantauan dan saat terjadi sesuatu hal bisa memberikan pertolongan.
“Kalau yang kemarin [kegiatan di Luweng Braholo yang mengakibatkan satu mahasiswa meninggal] belum tahu karena kebetulan sedang mengurusi anak yang sedang sakit. Tapi, harapannya semua bisa izin,” katanya.
BACA JUGA : Anggota Mapala FK UNS Terjatuh di Luweng Braholo
Yanto menambahkan, izin sebelum penyusuran tidak hanya ke kalurahan maupun polsek. Pasalnya, ia mengimbau agar meminta izin ke tetua di dusun termpat luweng berada.
“Misalnya Luweng Braholo berada di Dusun Ngandong, maka izinnya ke orang yang dituakan disana. Istilahnya kulo nuwun agar aktivitas berjalan dengan lancar,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 27 padukuhan di Kapanewon Panggang, Gunungkidul, mendapat bantuan 1 juta liter air bersih dari Buddha Tzu Chi Sinar Mas.
KRL INKA rangkaian kedelapan ditargetkan beroperasi 1 Desember 2026 setelah menjalani pengujian akhir pada 11 November.
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di DIY pada 9-11 November 2026. Hujan sedang dan gelombang laut 2,5 meter perlu diwaspadai.
Hujan deras dan badai di Gaza merendam 70.000 tenda pengungsi Palestina. Ribuan keluarga kehilangan tempat berlindung.
Helikopter Eurocopter Super Puma jatuh di Sungai Barito saat misi pemadaman karhutla. Tiga kru dipastikan selamat oleh BNPB.
Piala Ketua DPRD DIY diikuti peserta berbagai daerah. Ajang lomba burung berkicau ini diharapkan menggerakkan ekonomi dan mendukung konservasi.