Sleman Gandeng 34 Kampus untuk Perluas Beasiswa Sleman Pintar
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Ilustrasi perampokan dan perampasan./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pria asal Cilacap, Jawa Tengah bernama Iwan menjadi korban penyekapan dan perampokan saat hendak kembali ke kampung halamannya pada Minggu (2/4/2023) sekitar pukul 20.45 WIB. Setelah dirampok, korban yang masih dalam keadaan terikat dengan lakban dilempar di sebuah rumah toko kosong di Kapanewon Pengasih, Kulonprogo.
“Saya dari Kediri mau pulang ke kampung di Sidareja. Dari Kediri naik Sumber Selamet dan turun di lampu merah Giwangan. Di situ saya nunggu bus tapi tidak kunjung datang. Sekitar pukul 18.25 WIB saya makan di warung,” kata Iwan ditemui di Polsek Pengasih pada Senin (3/4/2023).
Selesai makan, Iwan didatangi seorang laki-laki yang tidak diketahui namanya untuk menawarkan jasa travel. Laki-laki tersebut mengaku akan pulang ke Ciamis. Tidak lama kemudian dia menelepon seseorang dan datanglah mobil travel.
BACA JUGA: Mengenal Masjid Syuhada yang Kini Jadi Masjid Agung Jogja, Tempat Ibadah Sarat Sejarah
“Dia menawarkan ongkos perjalanan hanya Rp70 ribu sampai Karangpucung, Cilacap. Saya masih ingat mobilnya itu APV. Saya tawar menawar harga dulu sebelum masuk mobil,” katanya.
Di dalam mobil tersebut terdapat lima penumpang termasuk Iwan. Di bagian depan, seorang sopir laki-laki duduk di samping seorang perempuan. Sisanya terdapat dua orang lain yang duduk di bagian tengah. Selama beberapa saat perjalanan, Iwan tidak menyadari adanya kejanggalan.
Ketika mobil APV tersebut sampai di Sentolo, komplotan perampok tersebut lantas menyekap Iwan. Kedua tangannya dilakban ke belakang begitupun dengan kedua kakinya. Bahkan muka Iwan juga ditutup dengan lakban.
“Saya sempat tidak bisa napas ketika muka saya dilakban. Tidak hanya itu, saya dipukul dan diinjak ketika di dalam mobil. Saya tidak bisa melihat apa-apa,” ucapnya.
Iwan tidak dapat berbuat apa-apa ketika itu. Terlebih melalui indra perabanya, dia merasakan sebilah pisau ditodongkan kepadanya.
“Setelah ditodong dengan pisau. Barang-barang saya dirampas lalu saya diangkat dan dilempar keluar mobil,” lanjutnya.
Iwan mengaku tidak dapat mengenali muka komplotan tersebut, karena mereka memakai masker kecuali seorang laki-laki yang menawarinya jasa travel di warung makan.
Iwan yang tergeletak di sebuah rumah toko (ruko) kosong kemudian ditemukan warga sekitar bernama Suratman. Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke Polsek Pengasih oleh Suratman. Saat ini pelaku masih dalam penyelidikan.
Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan orang yang belum dikenal.
“Tolak saja apabila menerima penawaran yang mencurigakan atau tidak sesuai dengan nominal harga yang sesungguhnya,” kata Noviartuti dihubungi pada Senin (3/4/2023).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Sleman bekerja sama dengan 34 perguruan tinggi DIY untuk memperluas akses pendidikan melalui Beasiswa Sleman Pintar 2026.
Data TKA 2026 Kemendikdasmen menunjukkan nilai Matematika SD dan SMP masih jauh di bawah capaian Bahasa Indonesia.
Istana menjelaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari anggaran Banpres dan disalurkan kepada masyarakat saat Iduladha 1447 H.
Pendakian Gunung Gede Pangrango ditutup 27-28 Mei 2026. TNGGP siagakan petugas untuk cegah pendaki ilegal.
Warga Kulon Progo gunakan anyaman daun kelapa sebagai wadah daging kurban untuk kurangi sampah plastik saat Iduladha 1448 H.
AS mengerahkan jet tempur F-22 dan puluhan pesawat pengisi bahan bakar di Israel hingga akhir tahun 2026.