Lurah Concat Tersangka Tanah Kas Desa, Ini Respons KPH Yudanegara
KPH Yudanegara mengingatkan seluruh lurah di DIY agar pemanfaatan Tanah Kas Desa wajib mengantongi SK Gubernur sesuai Pergub DIY Nomor 24 Tahun 2024.
Salah satu site plan Jogja Eco Wisata. Korban pembeli vila di kawasan Jogja Eco Wisata, di atas tanah kas desa, dijanjikan masa tinggal (bisa menghuni vila) hingga 60 tahun oleh pengembang yaitu Robinson Saalino. - ist/Linkedin
Harianjogja.com, SLEMAN—Korban pembeli vila alias investor di kawasan Jogja Eco Wisata, di atas tanah kas desa, dijanjikan masa tinggal (bisa menghuni vila) hingga 60 tahun oleh pengembang yaitu Robinson Saalino.
Sejumlah korban penyalahgunaan Tanah Kas Desa (TKD) yang mengadu ke Lembaga dan Konsultasi Bantuan Hukum (LKBH) UP45 menceritakan kisahnya bisa menjadi korban penyalahgunaan tanah kas desa di kawasan Jogja Eco Wisata. Mayoritas sama, mereka diiming-imingi perpanjangan sewa tanah kas desa oleh kontraktor hingga 60 tahun.
Juru Bicara Paguyuban Korban Jogja Eco Wisata, Putra menjelaskan ada tujuh klister yang terdiri dari ruko, vila HPL (hak pengelolaan) dan vila SHM (sertifikat hak milik).
BACA JUGA: Tersangka Mafia Tanah Kas Desa Siap Kembalikan Uang, Pendamping Korban: Buka Pusat Aduan!
“Total luas area untuk vila mencapai 20 hektare. Jadi kami dijanjikan ada yang SHM juga," ungkapnya, Sabtu (27/5/2023). Semua pembelian vila menggunakan Surat Perjanjian Investasi (SPI).
Putra menjelaskan, Robinson menjanjikan masa tinggal di vila Jogja Eco Wisata bisa diperpanjang hingga 60 tahun dengan janji dua kali perpanjangan sewa tanah kas desa oleh pengembang (Robinson Saalino). Rinciannya yaitu:
"Lalu yang dijanjikan pengembang marketing sendiri adalah kami di situ investasi unit vila itu selama 20 tahun semenjak ditandatangani Surat Perjanjian Invetasi [SPI] dengan ketentuan bisa diperpanjang hingga dua kali, jadi totalnya 60 tahun," katanya.
Superblok Pertama di Jogja
Jogja Eco Wisata berada di tanah kas desa seluas 203.275 meter persegi atau 20 hektare di Candibinangun, Pakem, Sleman. Jogja Eco Wisata awalnya dinamai Jogja Eco Park dan mulai digarap pada 2012.
Fasilitas dalam kawasan itu meliputi kolam renang, rumah toko, perumahan, pantai buatan, hingga waterboom. Waterboom yang akan dibangun di Jogja Eco Park sempat digadang-gadang sebagai waterboom terbesar di Asia Tenggara.
Jogja Eco Wisata dirancang sebagai kawasan superblok pertama di Jogja. Di Indonesia, superblok yang cukup terkenal adalah Pantai Indah Kapuk di Jakarta hingga Pakuwon City di Semarang dan Surabaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPH Yudanegara mengingatkan seluruh lurah di DIY agar pemanfaatan Tanah Kas Desa wajib mengantongi SK Gubernur sesuai Pergub DIY Nomor 24 Tahun 2024.
SBY menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik dan kepemimpinan tenang dalam menghadapi ketidakpastian global.
Rupiah tembus Rp18.000 per dolar AS dan IHSG anjlok. DPR mendesak pemerintah dan BI segera konsolidasi fiskal dan moneter.
Target nol emisi Sumbu Filosofi Jogja belum realistis. Pemda fokus turunkan emisi mulai dari Malioboro secara bertahap.
Pemerintah segera menaikkan HET Minyakita. Kenaikan dipicu harga CPO dan biaya produksi yang terus meningkat.
IHSG turun lebih dari 4 persen, Menkeu Purbaya yakin fundamental ekonomi kuat cukup menopang pasar saham Indonesia.