Advertisement
Permudah Investasi, RDTR Kawasan Sekitar YIA Masuk Peta Digital KementerianATR/BPN

Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan sekitar Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) telah masuk ke laboratorium peta di Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN.
RDTR yang ditetapkan melalui Peraturan Bupati (Perbup) Kulonprogo 47/2023 tersebut diklaim merupakan RDTR pertama di DIY yang terintegrasi dengan Online Single Submission (OSS) atau Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik milik Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Advertisement
BACA JUGA: Tata Ruang Kulonprogo, DPRD: Maksimalkan Keberadaan YIA!
Staf Pelayanan Bidang Pelayanan dan Pengaduan DPMPTSP Kulonprogo, Hayunindra Bayu Tantular mengatakan bahwa RDTR tersebut telah masuk ke tahap digitalisasi di laboratorium peta.
“Menurut informasi yang kami dapat. Proses terakhir telah masuk ke laboratorium peta di Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN. Pihak yang mengintegrasikan ke OSS nanti itu Pusat. Posisi kami sebagai pengguna saja,” kata Bayu ditemui di kantornya pada Jumat (17/6/2023).
Bayu berharap agar peta digital tersebut segera jadi dan RDTR kawasan sekitar YIA dapat diakses melalui OSS. Dengan begitu proses investasi dan pembangunan kawasan aerotropolis dapat segera dilakukan.
“Soalnya kalau RDTR tersebut sudah tertanam di OSS, maka prosesnya akan menjadi lebih mudah. Boleh dan tidak nya seseorang menetapkan objek investasi sudah ada di sistem itu,” katanya.
Tambahnya, tujuan utama pengintegrasian RDTR kawasan sekitar YIA tersebut adalah kecepatan, kemudahan, dan transparansi. Dengan begitu proses tatap muka antarpihak berkepentingan terkait investasi dapat dipangkas.
Lebih jauh, Bayu mengatakan bahwa banyak masyarakat Kulonprogo yang kesulitan dalam mengurus perizinan berusaha. Hal tersebut tidak lepas dari pengetahuan digital yang dinilai masih kurang.
“Karena itu kami sampai saat ini masih melakukan upaya jemput bola untuk mengakomodasi para pelaku usaha. Kemarin kami ke rumah-rumah, pasar, dan spotting untuk membantu perizinan produk industri rumah tangga (PIRT). Langsung kami proses izinnya dan langsung jadi,” katanya.
BACA JUGA: Begini Gambaran Konsep Kawasan Aerotropolis di YIA Kulonprogo
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kulonprogo, Riyadi Sunarto mengatakan dengan adanya RDTR OSS tersebut, maka siapapun yang mencari perizinan terkait Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) cukup mengklik pada peta yang sudah diintegrasikan ke OSS.
“Tapi yang perlu diingat, sistem pelayanan OSS RDTR tersebut hanya berlaku untuk wilayah-wilayah yang diatur dalam Peraturan Bupati Kulonprogo 47/2023,” kata Sunardi beberapa waktu lalu.
Riyadi juga sepakat bahwa pengintegrasian RDTR dalam sistem OSS dapat mengurangi proses tatap muka antarpihak berkepentingan. Dengan begitu kecepatan, kemudahan, dan transparansi dapat dicapai.
Di lain pihak, Bidang Pengawasan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu DPMPTSP, Cahyono mengaku belum melihat gairah investasi yang baru di Kulonprogo sampai saat ini. Padahal DPMPTSP terus menawarkan kawasan aerotropolis sebagai objek investasi.
“Kalau membandingkan dengan triwulan pertama tahun 2023 dengan 2022 memang menurun. Triwulan pertama tahun ini, realisasi investasi baru Rp122 miliar, sedangkan periode yang sama tahun lalu sudah Rp191 miliar,” kata Cahyono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Respons KDM Terkait Mantan Pejabat Bank BJB Terlibat Korupsi Sritex
Advertisement

Berikut Sejumlah Destinasi Wisata Berbasis Pedesaan di Bantul
Advertisement
Berita Populer
- Pembuangan Sampah Liar di Bantul Meningkat dalam Sebulan Terakhir, Paling Banyak di Ring Road Selatan
- Kalurahan Banyuraden Wakili Sleman di Lomba Kalurahan/Kelurahan Tingkat DIY
- Temuan Telur Penyu di Gunungkidul pada Mei ini Rekor Terbanyak Sejak 2021
- Batas Akhir 31 Juli, Capaian PBB P2 di Sleman Baru 42 Persen dari Target Rp80 Miliar
- Dispensasi Perkawinan Masih Ditemukan di Kulonprogo, PA Wates Beberkan Alasannya
Advertisement