Advertisement
Pemerintah Pusat Turun Tangan Terkait Wabah Antraks Gunungkidul, Salurkan 96.000 Dosis Antiobiotik
Penjualan hewan kurban tahun 2023 cenderung naik. Jaringan Pemotong dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI) mengungkap penjualan hewan kurban untuk Iduladha tahun 2023 meningkat 33 persen dibandingkan tahun sebelumnya. JIBI - Bisnis/Nizar Fachri Rabbani\\r\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dan Kementerian Kesehatan ikut turun tangan terkait wabah antraks di Gunungkidul. Pusat meminta lalu lintas hewan ternak di Gunungkidul dihentikan usai adanya temuan kasus antraks.
Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Nuryani Zaenuddin, menuturkan lalu lintas hewan ternak pada lokasi penularan antraks di Gunungkidul telah dihentikan sementara. Hal itu seiring ditemukannya kasus penularan antraks dari hewan ternak ke manusia hingga menyebabkan kematian.
Advertisement
BACA JUGA : Dinkes Gunungkidul Usulkan KLB Antraks, Wabup Ngeyel
"Sampai saat ini kasus pada ternak dan manusia terlokalisir di satu padukuhan, yaitu Dukuh Jati, Desa Candirejo, Kecamatan Semanu," kata Nuryani dalam keterangan pers, dikutip Jumat (7/7/2023).
Penyuntikan antibiotik dilakukan kepada semua hewan ternak yang rentan tertular di daerah tersebut. Dia menyebut sebanyak 78 ekor sapi dan 286 ekor kambing di Gunung Kidul telah divaksinasi antraks.
Nuryani menyebut dari stok antibiotik sebanyak 110.000 dosis, Kementan telah mendistribusikan sebanyak 96.000 dosis ke Gunungkidul. Dia meminta masyarakat melapor kepada petugas apabila ada kematian mendadak pada hewan ternak.
"Kami berharap kepedulian masyarakat terhadap antraks dapat terus meningkat dengan memperkuat surveilans pada area endemik dan terancam," ujarnya.
BACA JUGA : Kronologi 3 Warga Semanu Meninggal Dunia karena Antraks
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, menuturkan jika manusia mengonsumsi daging hewan ternak yang terinfeksi antraks dapat berisiko kematian. Pasalnya, bakteri antraks akan menyerang paru-paru kemudian melepuh hingga berujung pada kematian.
"Jadi saya mengimbau kepada semua puskesmas di Gunung Kidul untuk lebih waspada mengingat spora antraks bisa hinggap di mana-mana," ujarnya.
Kemenkes sebelumnya telah melaporan sebanyak tiga warga di Kabupaten Gunung Kidul meninggal dunia akibat penyakit antraks yang ditularkan dari hewan ternak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Penantian Sepekan Berakhir Jenazah Perwira TNI Tiba di Cimahi
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Update KRL Jogja ke Solo Hari Ini 4 April 2026, Ini Jamnya
- Jadwal Prameks Kutoarjo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jamnya
- Cuaca Jogja 4 April 2026 Didominasi Hujan, Ini Rinciannya
- Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 4 April 2026, Cek Jam Lengkapnya
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
Advertisement
Advertisement








