Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, membuka lemper raksasa usai dikirab dalam upacara Rebo Pungkasan, di Pendopo Kalurahan Wonokromo, Selasa (12/9/2023)?ist Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Kalurahan Wonokromo, Pleret, menggelar upacara Rebo Pungkasan di Pendopo Kalurahan Wonokromo, Selasa (12/9/2023) malam. Upacara adat yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun kali ini digelar dengan kirab lemper raksasa.
Ketua Panitia Rebo Pungkasan Kalurahan Wonokromo, Jazim Aziz, menjelaskan pada awalnya, upacara Rebo Pungkasan ini dijadikan media untuk berdakwah dan bersilaturahmi Kraton Mataram kepada masyarakatnya.
BACA JUGA: Pengembalian Uang Suap Tanah Kas Desa Krido Melebihi Taksiran Kejati DIY
"Seiring berjalannya waktu, Upacara Rebo Pungkasan ini digunakan untuk acara-acara yang bersifat rekreatif dan ekonomi,” ujarnya di sela kegiatan.
Dia berharap melalui kegiatan tersebut panitia berusaha mengembalikan upacara Rebo Pungkasan sesuai dengan sejarahnya, sehingga ada variasi kegiatan yang dilaksanakan oleh panitia Rebo Pungkasan.
“Akhirnya pada tahun 2023 ini, dalam acara Rebo Pungkasan kita menyelenggarakan lomba hadroh, pentas seni , kenduri, kirab, dan masih banyak lagi,” katanya.
Lurah Wonokromo, Machrus Hanafi, menuturkan upacara Rebo Pungkasan sudah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) sebagai Warisan Budaya Tak Benda dari Bantul sejak 2018.
Adapun dalam upacara Rebo Pungkasan Kalurahan Wonokromo kali ini dilakukan Kirab dengan menampilkan lemper raksasa dan bahan pokok lainnya menuju pendopo. “Kalurahan Wonokromo turut melestarikan Warisan Budaya Tak Benda tersebut secara rutin setiap Rabu terakhir bulan Safar,” katanya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih yang turut hadir dalam kegiatan ini mengatakan Pemkab Bantul mengucapkan selamat dan turut berbahagia kepada Kalurahan Wonokromo yang berhasil melestarikan salah satu adat istiadat, yaitu Upacara Rebo Pungkasan.
“Upacara Rebo Pungkasan merupakan warisan dari nenek moyang kita yang mengajarkan kepada kita untuk terus banyak berdoa kepada Yang Kuasa dari segala musibah,” paparnya.
Ia juga mengajak masyarakat memaknai Rebo Pungkasan yang menjadi salah satu hajat untuk meminta kepada Yang Kuasa agar terhindar dari segala bahaya dan musibah. “Semoga masyarakat Bantul diberikan kesehatan dan kesejahteraan,” kata dia
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.