Cabai Rawit Jadi Primadona Hortikultura Sleman pada Semester I 2026
Cabai rawit mendominasi luas tanam hortikultura di Sleman pada semester I 2026 dengan harga petani mencapai Rp56.059,01 per kilogram.
Pj Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti sedang meninjau pertanian bawang merah di Bulak Srikayangan pada Kamis (21/9/2023). (Harian Jogja/Andreas Yuda Pramono)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kapanewon Sentolo memiliki lahan pertanian bawang merah yang mencapai luasan 363 hektar. Dengan luas kawasan tersebut, setidaknya akan ada 6.171 ton bawang merah yang akan dipanen pada bulan Oktober 2023.
Ketua Tim Kerja Seksi Produksi Hortikultura Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulonprogo, Agus Purwaka, mengatakan lahan pertanian bawang merah seluas 363 hektar khusus pada musim tanam kali ini.
“Musim tanam sudah Agustus kemarin. Panennya Oktober nanti. Hanya setahun sekali. Rata-rata luas lahan untuk pertanian bawang merah di Sentolo memang 300 sampai 400 hektar. Bahkan tahun 2021 lebih dari 400 hektar,” kata Agus ditemui di Bulak Srikayangan, Kamis (21/9/2023).
Baca Juga: Bawang Merah Jadi Cara Kalurahan Parangtritis Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Agus menambahkan DPP Kulonprogo terus mendukung pertanian bawang merah seperti di Bulak Srikayangan yang menjadi sentra bawang merah. Belum lama ini, DPP memberikan fasilitas untuk lahan seluas sepuluh hektar dengan wujud benih dan pupuk.
“Di Kalurahan Sukoreno juga ada bantuan untuk lahan seluas tiga hektar [benih dan pupuk],” katanya.
Dia juga mengatakan sistem pengairan di Bulak Srikayangan telah menggunakan listrik. Penggunaan listrik lebih hemat biaya dibandingkan dengan bahan bakar minyak (BBM) untuk menggerakkan pompa.
Baca Juga: Harga Bawang Merah di Bantul Masih Rendah, Petani Merugi
Terangnya, dalam satu kali penyiraman untuk lahan seluas 2.000 meter persegi, petani hanya mengeluarkan biaya Rp5.000. Dengan begitu biaya pompa listrik lebih murah dibandingkan BBM.
“Jaringan listriknya bantuan lewat BKK Kalurahan [Srikayangan]. Pengembangan akan kami lakukan di daerah lain. Kalau di Srikayangan lebih tepat pendampingan. Misal pendampingan pengendalian organisme pengganggu tumbuhan [OPT],” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cabai rawit mendominasi luas tanam hortikultura di Sleman pada semester I 2026 dengan harga petani mencapai Rp56.059,01 per kilogram.
DKPP menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada Anggota KPU RI Parsadaan Harahap terkait penggunaan helikopter saat pelantikan KPPS di Cianjur.
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan penertiban gula rafinasi untuk melindungi petani tebu dan mempercepat target swasembada gula.
Dua mesin diesel milik petani di Bulak Dobangsan, Wates, Kulonprogo dicuri. Korban merugi Rp3,5 juta, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi prihatin atas OTT Bupati Pemalang. Pemprov menunggu status hukum KPK sebelum menunjuk Plt bupati.
GoTo mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.