Advertisement
Agar Penonton Menikmati Pertunjukan, Wayang Jogja Night Carnival Hadirkan Tribun Berbayar
Kepala Dinpar Jogja, Wahyu Hendratmoko (tengah) menjelaskan konsep pagelaran WJNC sebagai puncak perayaan HUT Kota Jogja, Selasa (3/10 - 2023).
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Puncak perayaan HUT Kota Jogja yang akan menampilkan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) pada Sabtu (7/10/2023) mendatang akan menampilkan hal berbeda. Perbedaan ini baru diselenggarakan pada gelaran WJNC ke-8 ini dengan tribun khusus yang dapat dinikmati agar menonton pertunjukan dengan lebih nyaman.
Inovasi tribun khusus ini dilakukan Badan Promosi Pariwisata Kota Yogya (BP2KY) dibawah naungan Dinas Pariwisata (Dinpar) Jogja. Tribun khusus ini berada di titik strategis yang menyedikan pemandangan lebih nyaman untuk menonton pagelaran tersebut.
Advertisement
Baca Juga: Wayang Jogja Night Carnival Gabungkan Antara Tokoh dan Lakon Pewayangan
Kepala Dinpar Jogja, Wahyu Hendratmoko menjelaskan tribun khusus ini di antaranya berada di Jl. Margo Utomo. “Tribun khusus ini berbayar, dimana fasilitasnya ada tempat duduk, konsumsi, hingga merchandise,” katanya, Selasa (3/10/2023).
Wahyu menjelaskan tribun khusus ini dikelola oleh BP2KY dimana pembayaran yang dilakukan untuk operasional tribun itu sendiri dan kegiatan lainnya kelak. “Daftar harga tribun khusus ini beragam dari Rp100.000 hingga Rp400.000,” ujarnya.
Gelaran WJNC sendiri akan dimulai pada Sabtu malam pada pukul 18.00 WIB. Gelaran ini menampilkan beragam kolaborasi bentuk pertunjukan mulai dari koreografi tari, drama, busana, dan musik yang dikemas secara apik.
Baca Juga: Sederet Rangkaian HUT Kota Jogja ke-267, Ada Wayang Jogja Night Carnival
Kepala Dinpar itu menjelaskan tajuk WJNC ke-8 ini adalah Pandawa Mahabisekha. Ratu Kerajaan Parang Widuri, Ratu Sukmengkoro. Garis besarnya, Sang Ratu ini memerintahkan patih Surawati untuk meminta restu kepada Sang Hyang Bathara Guru agar dapat menguasai para raja yang ada di jagad raya.
Sayangnya, Bathara Guru tidak merestui keinginan Sang Ratu. Murka muncul sehingga terjadi peperangan antara para dewa dengan Surawati beserta Prajurit Raseksi. Untuk lebih lengkapnya dapat menyaksikan langsung gelaran yang akan berlangsung terbuka di Tugu Pal Putih itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
GBK Dipadati Suporter Timnas Indonesia, Ribuan Polisi Disiagakan
Advertisement
Bioskop Nyaman Rp5 Ribu di Museum Sonobudoyo Masih Sepi Peminat
Advertisement
Berita Populer
- Tol Baru dan Mudik Gratis Gerus Penumpang Terminal Wates Kulonprogo
- Armada Kebersihan Malioboro Tak Berhenti Berputar Selama Libur Lebaran
- ASN di DIY Diminta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Ketimbang WFA
- Gerai KDMP di Gunungkidul Mencapai 20, Lahan Jadi Sorotan
- Pantai Gunungkidul Padat, Ancaman Ombak Tinggi Mengintai
Advertisement
Advertisement





