Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Material Rendah Karbon untuk Konstruksi
Dampak perubahan iklim yang semakin terasa, mulai dari peningkatan suhu hingga perubahan pola cuaca, menjadi tantangan dalam pembangunan gedung
Tim Ahli Cagar Budaya DIY, Yuwono Sri Suwito menerangkan kepada pengunjung pameran mengenai arsip yang dipamerkan dalam Pameran Arsip 2023 bertajuk Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia di Gedung Depo Arsip DPAP DIY, Selasa (24/10/2023).(Harian Jogja/Stefani Yulindriani)
Harianjogja.com, BANTUL—Filosofi Hamemayu Hayuning Bawana yang ada dalam Sumbu Filosofi misalnya, dapat dimaknai mengajak masyarakat untuk dapat memperindah dunia, bukan merusaknya.
Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Daud Aris Tanudirjo menyampaikan DIY memiliki kekhasan dengan perpaduan cagar budaya yang intangible dan tangible yang dikemas dalam Sumbu Filosofi.
“Itu yang kita coba mengapa ini [Sumbu Filosofi] tidak dilestarikan dan diwariskan? Sumbu itu mempunyai pesan kesan, tidak hanya dulu tetapi juga sekarang. Itu [makna filosofi Sumbu Filosofi] banyak dipakai oleh dunia saat ini [yaitu] sustainable,” katanya dalam pembukaan Pameran Arsip 2023 bertajuk Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Budaya Dunia di Gedung Depo Arsip DPAP DIY, Selasa (24/10/2023).
Daud memaparkan filosofi Hamemayu Hayuning Bawana yang ada dalam Sumbu Filosofi misalnya, dalam filosofi tersebut dapat dimaknai mengajak masyarakat untuk dapat memperindah dunia, bukan merusaknya.
Menurut Daud nilai yang terkandung dalam Sumbu Filosofi tersebut perlu untuk diwariskan pada generasi mendatang, karena itu proses penominasian Sumbu FIlosofi sebagai warisan budaya dunia dilakukan sejak tahun 2014. Kemudian September 2023, Sumbu Filosofi ditetapkan sebagai warisan budaya dunia.
“Oleh karena itu [keinginan mewariskan filosofi dalam Sumbu Filosofi ke generasi berikutnya] mulai muncul gagasan bagaimana itu dinominasikan. Kita pertama [ingin] melestarikan untuk generasi berikutnya, bahwa nanti ada sisi yang lain, menarik orang dari sisi pariwisata itu berikutnya. Yang ingin kita wariskan konsepnya, kebudayaannya, filosofinya. Sehingga kita mengajukan ke dunia [UNESCO],” katanya.
Baca Juga:
Empat Hari, Peserta Pelatihan Menulis DPAD DIY Terbitkan Sebuah Buku
DPAD DIY Gelar Raker Center of Excellent Budaya Jawa
DPAD DIY Bedah Buku Soal Tips Mengelola Keuangan Keluarga
Sementara Tim Ahli Cagar Budaya DIY, Yuwono Sri Suwito menyampaikan Sumbu Filosofi memiliki makna mikrokosmos dan makrokosmos yang dinilai penting untuk dapat dimaknai. Dia pun menyampaikan arsitektur dalam Kraton Jogja yang berada di antara Gunung Merapi dan Laut Selatan dinilai memiliki nilai filosofi yang karena dirancang sendiri oleh Sultan HB I.
“Arsiteknya Kraton Jogja itu Mangkubumi, arsiteknya Kraton Solo juga Mangkubumi. Saat di mengarsiteksi Kraton Solo, itu ada campur tangan kakaknya dan Patih Pringgoloyo. Kemudian pada saat dia menjadi Sultan HB I, dia mengarsiteki keratonnya sendiri," katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dampak perubahan iklim yang semakin terasa, mulai dari peningkatan suhu hingga perubahan pola cuaca, menjadi tantangan dalam pembangunan gedung
Jadwal SIM Keliling Polda DIY September 2026 lengkap dengan lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM A serta SIM C.
Prabowo menyebut dampak ekonomi KDKMP mulai terasa pada 2027 melalui pemangkasan rantai distribusi dari petani hingga konsumen.
Jadwal SIM Keliling Kota Jogja Kamis 17 September 2026 lengkap dengan lokasi pelayanan dan syarat perpanjangan SIM A dan SIM C
KPK mendalami dugaan mahasiswa titipan dalam penerimaan maba Unsoed dengan memeriksa tiga wakil rektor dan empat saksi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 17 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.