Muhammadiyah Buka Toko Oleh-Oleh Jogja, Bidik Wisatawan Persyarikatan
Suara Muhammadiyah membuka Toko Oleh-Oleh 1915 di Jogja untuk memasarkan produk UMKM warga persyarikatan dan masyarakat lokal.
Kegiatan lomba aksara Jawa. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Lembaga pendidikan diminta ikut terlibat dalam melestarikan dan mengembangkan aksara Jawa. Hal ini sebagai penerapan dari Perda DIY Nomor 2 Tahun 2021 tentang Pemeliharaan dan Pengembangan Bahasa, Sastra dan Aksara Jawa yang telah dimiliki DIY.
Salah satu bentuk penerapan perda ini di antaranya menyasar lembaga pendidikan melalui kegiatan stimulasi pengembangan aksara Jawa lewat suatu perlombaan sekaligus sosialisasi Perda yang digelar di SMP Maarif Gamping, Sleman Kamis (9/11/2023). Ratusan peserta dari jenjang SD hingga SMA ikut terlibat dalam kegiatan ini.
BACA JUGA : Karnaval Wisata Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kulonprogo
“Melalui lomba baca tulis aksara Jawa harapannya bisa mendorong perkembangan aksara Jawa di lembaga pendidikan, agar sekolah ikut melestarikan mengembangkan aksara Jawa,” kata Anggota Komisi D DPRD DIY dari Fraksi PKB, Syukron Arif Muttaqin.
Melalui kegiatan tersebut harapannya para guru lebih kreatif dalam pengajaran aksara Jawa sehingga mudah dimengerti para siswanya. Selain itu proses pembelajaran itu bisa menggunakan perangkat digital yang saat ini semakin mudah ditemukan.”Karena ini termasuk bagian dari implementasi Perda,” katanya.
Kepala Lembaga Pendidikan Ma’arif Sleman, Murdianta menambahkan kegiatan tersebut karena sebagai bentuk melestarikan kekayaan budaya khususnya Bahasa Jawa. Pelaksanaan kegiatan itu diikuti sebanyak 50 peserta dari berbagai jenjang pendidikan.
“Kami sepakat bahwa aksara Jawa, Bahasa Jawa ini harus dilestarikan agar kekayaan budaya kita tetap lestari dan keseharian kita tidak lepas dari budaya Jawa,” katanya.
BACA JUGA : Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi di Kulonprogo, Dewan Dukung Kemudahan Investasi
Kepala SMP Maarif Retna Isti Pratiwi menambahkan sekolahnya sudah dua tahun terakhir menjadi sekolah berbasis budaya. Sehingga sering digelar event budaya Jawa seperti lomba baca tulis aksara Jawa hingga festival dolanan rakyat. “Aksara Jawa sudah menjadi aset negara dan merupakan warisan budaya. Kami ekstrakulikuler baca tulis aksara Jawa, saat ini siswa sudah mulai terbiasa dengan aksara Jawa,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Suara Muhammadiyah membuka Toko Oleh-Oleh 1915 di Jogja untuk memasarkan produk UMKM warga persyarikatan dan masyarakat lokal.
Federasi Sepak Bola Laos melaporkan dugaan match fixing yang menyeret Timnas Laos di Piala AFF 2026. Polisi diminta menyelidiki indikasi manipulasi pertandingan
Xiaomi resmi meluncurkan HyperOS 4 di China. Sistem operasi terbaru ini membawa desain transparan ala kaca, AI Assistant 2.0, performa lebih cepat, dan fitur li
Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggaungkan semangat literasi melalui bedah buku Homepower
Pendapatan transfer Kulonprogo turun Rp114,66 miliar pada APBD Perubahan 2026. DPRD meminta Pemkab mengubah strategi fiskal.
Sejumlah investor menggugat Selena Gomez terkait startup kesehatan mental Wondermind. Mereka menuding ada penyesatan informasi bisnis dan menuntut pengembalian