Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Hiu Paus Tutul terdampar di pantai Parangtritis, Kamis (16/11/2023) pagi. (Ist SAR Satlinmas Parangtritis)
Harianjogja.com, BANTUL—Seekor hiu paus tutul terdampar dalam kondisi mati di pantai Parangtritis, Kretek, Kamis (16/11/2023) pagi. Hiu tersebut diduga terdampar karena terbawa ombak ketika mencari makanan.
Koordinator SAR Satlinmas Wilayah Operasi III Parangtritis, M Arief Nugroho, menjelaskan hiu tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang pengunjung pada pukul 05.45 WIB. “Teman-teman yang piket dilapori pengunjung, ada ikan hiu yang terdampar,” ujarnya saat dikonfirmasi.
Ia memastikan hiu tersebut sudah dalam kondisi mati ketika ditemukan. Setelah mengecek dan mengamankan lokasi, tim piket SAR Satlinmas pun melaporkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). “Selanjutnya kita serahkan ke BKSDA,” katanya.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Hiu Tutul Terdampar di Parangtritis
Subkoordinator Kelompok Substansi Pembinaan dan Pengawasan Usaha Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul, Irawan Waluyo Jati, menuturkan hiu tersebut berjenis hiu paus tutul, sama seperti yang terdampar di wilayah Kulonprogo beberapa waktu lalu dan di pantai Pandansimo Bantul beberapa tahun lalu.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan hiu tersebut terdampar. Pertama, terbawa gelombang ketika mengikuti sumber makanannya. “Makanannya banyak di pinggir, otomatis bisa mengikuti sumber makanannya lalu terdampar,” katanya.
Faktor kedua yakni terjadinya kesalahan pada sistem sonar sebagai alat pendeteksi ikan tersebut. “Ikan Hiu Paus menggunakan seperti sonar, pendeteksiannya kemungkinan sonarnya kurang pas jadi otomatis dia bisa terdampar,” ungkapnya.
Baca Juga: Paus Sering Muncul di Pantai Selatan Gunungkidul
Namun, dugaannya lebih kuat mengarah pada faktor terbawa gelombang saat mencari makanan. “Sumber makanan ikan kecil, terus terjadi gelombang besar, terbawa arus, sampai ke pinggir. Dugaan awal seperti itu,” kata dia.
Baca Juga: Ini Dugaan Penyebab hiu paus tutul Mati Terdampar di Pantai Congot
Hiu jenis itu habitatnya berada di perairan dalam. Namun sumber makanannya berupa ikan kecil di permukaan, sehingga ia akan naik ketika mencari makan. “Sering ditemukan kalau nelayan melaut, ada ikan hiu paus tutul yang dia di bawah prahu motor tempel nelayan. Jadi sering kali kejadian beberapa tahun terakhir ikan dengan spesies yang sama,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Tiga kalurahan di Bantul baru memiliki satu pendaftar calon lurah. Jika tak ada tambahan calon, Pilur bisa melawan kotak kosong.
Donny Damara dan Dimas Aditya mengungkap tantangan syuting film Munafik Indonesia, termasuk mantra Jawa kuno dan bacaan Al Quran.
Presiden Prabowo menyebut digitalisasi bansos telah berjalan di 153 kabupaten/kota dan menjangkau lebih dari 3 juta keluarga.
Mensesneg Prasetyo Hadi memastikan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa M7,7 di NTT dan menyiapkan bantuan.
Kecelakaan maut terjadi di Jalan Jogja-Wates, Bantul, Sabtu pagi. Dua pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah tertabrak bus.