Advertisement
Siklon Tropis Anggrek, Nelayan Samas Susah Melaut, padahal Lagi Musim Ikan

Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Siklon Tropis Anggrek yang melanda DIY, berdampak pada aktivitas melaut nelayan Pantai Samas. Angin kencang yang terjadi di DIY dinilai cukup berisiko bagi nelayan untuk melaut.
Nelayan Pantai Samas, Tri Jarwanto menyampaikan akibat Siklon Tropis Anggrek nelayan Pantai Samas tidak melaut sejak Kamis (18/1/2024) hingga saat ini.
Advertisement
Meski begitu, menurut dia masih ada nelayan yang mencuri-curi untuk melaut di sekitaran Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Samas.
Dia menyampaikan ada sekitar dua kapal nelayan di Pantai Samas, dan satu kapal nelayan di Pantai Baru yang diduga masih melaut di sekitar TPI Samas. “Mereka paling lama melaut sekitar 2-3 jam saja, sekitar 1-2 mil dari bibir pantai,” katanya.
Dia menyampaikan selama ini nelayan Pantai Samas terus memantau kondisi cuaca melalui informasi yang dibagikan BMKG.
Sehingga, saat ini sebagian besar nelayan masih belum melaut dan terus menunggu informasi lebih lanjut terkait kondisi cuaca dampak dari Siklon Tropis Anggrek.
“Kami nanti update [melalui informasi BMKG] terus kapan ombaknya bagus. Kalau hujan sih tidak apa-apa, karena yang ditakuti angin, dan yang penting tidak badai,” katanya.
Sementara menurut dia, saat ini tengah memasuki masa musim ikan bawal. Sehingga pihaknya cukup menyayangkan aktivitas melaut yang terkendala karena adanya cuaca yang tidak mendukung.
“Untuk musim sebenarnya baru musim ikan, tetapi kendala siklon itu [Siklon Tropis Anggrek]. Sebelumnya kebetulan ini musim ikan baru mahal, ikan bawal,” katanya.
BACA JUGA: Nelayan Bantul Semakin Berkurang, Mitos Laut Selatan Ternyata Jadi Penyebabnya
Dia menambahkan harga bawal ukuran 1-7 ons per ekor dapat mencapai Rp50.000-Rp300.000 per kg. Menurutnya, menjelang Hari Raya Imlek, harga ikan bawal biasanya meningkat perlahan.
Sementara Koordinator SAR Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III Parangtritis, M Arief Nugraha menyampaikan saat ini ketinggian ombak di wilayah Pantai Parangtritis dan Depok masih normal berkisar 2-3 meter.
Meski begitu menurutnya angin yang terjadi saat Siklon Tropis Anggrek perlu diwaspadai nelayan. “Tetapi anginnya kencang, itu yang mungkin membuat nelayan takut melaut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Donald Trump Kenakan Tarif Tambahan 32 Persen, Jadi Ancaman Serius Sektor Perdagangan Indonesia
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Khusus Libur Lebaran hingga 13 April 2025, Berikut Jadwal KRL Solo Jogja dari Stasiun Palur Sampai Tugu Jogja
- Hanya Khusus Libur Lebaran 2025, Berikut Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo PP
- Hanya Rp11.600, Berikut Jadwal Angkutan Shuttle Rute Malioboro-Parangtritis
- Jumlah Kendaraan Keluar Jogja Meningkat di H+2 Lebaran, Tempel Jadi Perbatasan Paling Sibuk
- Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Terjadi Hari Ini
Advertisement
Advertisement