Advertisement
Pemkab Bantul Bangun Sumber Air Bersih di Kalidadap
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (kanan) saat meresmikan sumber air bersih di Dusun Kalidadap, Kalurahan Selopamioro, kapanewon Imogiri
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul membangun sumur air bersih di Dusun Kalidadap, Kalurahan Selopamioro, kapanewon Imogiri untuk membantu masyarakat setempat mendapatkan sumber air bersih untuk kehidupan sehari hari.
Kalidadap merupakan dusun atau padukuhan di Selpamioro yang kerap kesulitan air bersih. Selalu mengandalkan dropping air bersih karena sumber air yang ada masih belum mencukupi, terlebih pada tahun kemarin yang musim hujannya tertunda.
Advertisement
Bupati Bantul Abdul halim Muslih mengatakan air bersih merupakan kebutuhan dasar. Oleh karenanya pemenuhan dan penyediaan air bersih dilaksanakan dengan memperhatikan kuantitas, kualitas, dan terjangkau baik secara jarak dan biaya, serta berkelanjutan untuk menuju kondisi masyarakat yang sehat dan sejahtera.
"Penyediaan air bersih yang sehat dan berkualitas ini diharapkan akan membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyaraka di Padukuhan Kalidadap I dan sekitarnya.," katanya, dikutip dari alaman resmi Pemkab Bantul, Selasa (6/2/2024).
Menurut Halim, penyediaan air bersih yang sehat dan berkualitas ini diharapkan akan membawa manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
BACA JUGA: Pemenuhan Air Bersih Bagi Masyarakat Jadi Perioritas Pemkab Bantul
Pihaknya mewakili Pemkab juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah mendukung program pemerintah, karena program pemerintah tidak akan bisa berjalan tanpa kontribusi masyarakat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Sri Nuryanti, menyampaikan bahwa target pembuatan sumur ini 30 hari kerja, namun karena terkendala adanya batu hitam, maka alat berat yang digunakan tidak bisa maksimal, dan akhirnya membutuhkan waktu 3,5 bulan.
“Sumber air ini bisa menghasilkan tujuh meter kubik air per jam dan dapat mengaliri 150 KK. Nantinya program ini menjadi program berkelanjutan, mengingat di wilayah ini masih terdapat kasus stunting yang tinggi yang diakibatkan oleh kesadaran ber-KB yang masih kurang. Diharapkan dinas-dinas terkait dapat membantu beberapa permasalahan yang masih terjadi, selain stunting, juga penerangan jalan, perbaikan jalan, dan pemberian bibit-bibit tanaman untuk menambah kegiatan masyarakat di kebun,” pungkas Sri Nuryanti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Waspada Efek Perang Timur Tengah, Malaysia Perketat Keamanan
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Pemadaman Listrik di Bantul 4 April 2026, Cek Wilayah Terdampak
- SIM Keliling Jogja Dibuka di Alun-Alun Kidul, Cek Jadwalnya
- Operasi SAR Yunanta di Sungai Opak Resmi Ditutup Setelah 7 Hari
Advertisement
Advertisement








