Vaksinasi Rabies Gratis di Sleman Sediakan 300 Kuota, Ini Syaratnya
Vaksinasi rabies gratis di Sleman menyediakan 300 kuota pada 30 September 2026. Cek syarat, lokasi, jadwal, dan cara pendaftaran.
Seorang pengendara motor saat melintas di JJLS yang berada di kawasan Kapanewon Rongkop./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul meminta masyarakat berhati-hati apabila melintasi Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS). Pasalnya, JJLS masih belum dilengkapi rambu-rambu yang cukup termasuk Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gunungkidul, Rakhmadian Wijayanto mengatakan libur panjang atau long weekend Isra' Mikraj dan Imlek perlu disikapi dengan baik, terutama dalam hal berkendaraan. Dia mengaku ada beberapa ruas jalan di Gunungkidul yang perlu diwaspadai yaitu JJLS.
Sampai saat ini, JJLS masih belum dilengkapi sarana dan prasarana jalan baik APILL maupun rambu peringatan lain. Wisatawan dari luas Gunungkidul perlu mewaspadai apabila berada di persimpangan.
Saat ini, Dishub Gunungkidul telah mengusulkan APILL dan CCTV di perempatan JJLS ke BPTD. “Kami juga mengusulkan LPJU di JJLS. Semoga di tahun 2025 sudah terpasang,” kata Rakhmadian, Selasa (6/2/2024).
Rakhmadian menambahkan selain JJLS masih ada tanjakan yang harus diwaspadai seperti tanjakan Clongop, Gedangsari dan di Bundelan, Ngawen. Dia mengaku Pemkab Gunungkidul telah mengusulkan dua tanjakan itu untuk dihapus dari Google Map karena tingkat kerawanannya yang tinggi.
Lebih jauh, Rakhmadian juga mengatakan akan menerjunkan petugas khusus untuk libur panjang. Setiap hari akan ada lima belas personel. Patroli akan dilakukan di kawasan tertib lalu lintas dan di kawasan pantai. “Untuk pagi hari kami tetap pada patroli jalur kawasan tertib lalu lintas. Setelah itu kami bantu di kawasan wisata sampai hari Minggu,” katanya.
Kawasan tertib lalu lintas yang ia maksud mulai dari Kranon ke arah timur sampai Sumarwi, kemudian Jeruksari ke timur.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu-Lintas Dishub Gunungkidul, Yohanes Nanang Putranto juga mengatakan agar wisatawan menghindari tanjakan Clongop dan Bundelan.
“Untuk jalur wisata, rekayasa lalu lintas masih seperti rekayasa pada saat libur Natal dan Tahun Baru lalu dengan melihat situasi dan kondisi di lapangan,” kata Nanang.
BACA JUGA: Sudah Diaspal, Kini JJLS Pansela Gunungkidul Sudah Tersambung
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardana berharap ada peningkatan kunjungan wisatawan di Gunungkidul. “Tren minggu-minggu ini menurun. Mudah-mudahan long weekend ada peningkatan kunjungan,” kata Windu.
Windu mengaku penurunan kunjungan wisatawan terjadi akibat cuaca seperti hujan yang tidak menentu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Vaksinasi rabies gratis di Sleman menyediakan 300 kuota pada 30 September 2026. Cek syarat, lokasi, jadwal, dan cara pendaftaran.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.
Penempatan lintas daerah manajer KDKMP dilakukan untuk pemerataan SDM. Status tetap berlaku dan lokasi bisa disesuaikan dengan domisili.
Indonesia baru memiliki 66 dokter aritmia untuk sekitar 280 juta penduduk. Akses deteksi dini dan terapi gangguan irama jantung perlu diperluas.
Jadwal PSIM Jogja vs Persija pada 10 Oktober 2026 dimajukan ke pukul 15.30 WIB di Stadion Sultan Agung karena pertimbangan keamanan.