Advertisement
BEDAH BUKU: DPAD DIY Menggali Potensi Desa

Advertisement
SLEMAN—Dinas Perpustakaan Arsip Daerah (DPAD) DIY terus bergerak ke berbagai desa di DIY untuk meningkatkan minat baca masyarakat melalui strategi bedah buku. Di Pedukuhan Sendowo, Kalurahan Sinduadi, Kapanewon Mlati, Senin (25/3), DPAD DIY membedah buku bertajuk Islam, Perempuan dan Hukum Keluarga yang dinilai dekat dengan masyarakat dan pas dengan momen Ramadan.
Sekretaris DPAD DIY, Martono Heri Prasetyo menjelaskan bedah buku yang dilakukan DPAD DIY langsung ke lingkungan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan minat baca. Hal ini dinilai penting, terutama di tengah era masa kini di mana masyarakat lebih dekat dengan gawai ketimbang buku. "Ini adalah salah satu usaha kami untuk meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat," katanya, Senin.
Advertisement
BACA JUGA : Bedah Buku di Umbulharjo Usung Tema Tips Kesehatan bagi Lansia
Secara garis besar, minat baca di DIY masih menjadi yang tertinggi di Indonesia pada 2022-2023. Capaian ini terus coba dipertahankan dan ditingkatkan lagi oleh DPAD DIY di 2024. "Harapan kami dengan diadakannya kegiatan bedah buku ini, minat budaya baca di kalangan masyarakat bisa tumbuh kembali," ujarnya.
Di sisi lain, bedah buku yang digelar langsung di lingkungan masyarakat sangat efektif untuk mendorong peningkatan minat baca. Tema yang diusung juga sejalan dengan potensi atau permasalahan yang ada di tiap desa yang menjadi sasaran.
"Sebenarnya bedah buku ini selain meningkatkan minat baca juga ingin menggali potensi di daerah tersebut. Mana yang bisa dikembangkan untuk mengurangi angka kemiskinan," katanya.
Anggota DPRD DIY, Yuni Satia Rahayu melihat kegemaran masyarakat terhadap budaya membaca perlu ditingkatkan. Untuk itu, perlu ada upaya nyata untuk meningkatkan minat baca masyarakat, salah satunya lewat skema bedah buku ke lingkungan masyarakat semacam ini.
"Harapan kami dengan adanya bedah buku yang rutin kami lakukan sejak 2023, wawasan dan pandangan masyarakat lebih terbuka, terutama mengenai seluruh permasalahan yang ada," kata Yuni.
Apalagi, topik yang dibedah juga dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Karena itu, Yuni melihat bila aktivitas membaca menjadi jendela pengetahuan masyarakat.
Ke depan, Yuni ingin agenda bedah buku semacam ini membuat lebih banyak lagi masyarakat yang dekat dengan budaya membaca. Termasuk terbiasa mendengarkan ide-ide baru yang dekat dengan kehidupan sehari-hari yang salah satunya bisa diperoleh dari bahan bacaan.
"Misalnya di bulan Ramadan ini kami mengangkat buku mengenai keislaman, kami ingin masyarakat lebih memahami dan mendalami keislaman di bulan Ramadan. Berkaitan dengan keagamaan selalu ada penghargaan terhadap gender, terhadap perempuan, warga lansia dan lainnya," ujarnya.
Lewat bedah buku ini, Yuni ingin membawa topik-topik yang dekat dengan masyarakat, namun jarang dibahas atau dibaca karena kesibukan warga. Pasca bedah buku ini, masyarakat diharapkan dapat terpicu untuk membaca dan meningkatkan budaya baca. "Maka [bedah buku] ini menjadi forum yang penting untuk masyarakat, khususnya dalam menerima banyak ide, pemikiran baru dan lain-lain," katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

Alasan KAI Gunakan Kuota BBM Subsidi saat arus Mudik Lebaran 2025
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Talut Ambrol di Jalur Clongop Gedangsari Diperbaiki dengan Anggaran Rp15 Miliar
- Kendaraan Keluar DIY Via Entry Tol Tamanmartani Meningkat, Sempat Dekati 1.000 Kendaraan Per Jam
- Jalur Wisata Pantai di Gunungkidul Ramai Lancar
- H+3 Lebaran, Arus Lalu Lintas Kawasan Malioboro Padat Merayap
- H+3 Lebaran 2025, Pantai Parangtritis Dikunjungi 14.000 Wisatawan
Advertisement
Advertisement