Advertisement
Perluas Jaringan Listrik Sektor Pertanian, Pemkab Gunungkidul Bakal Gandeng PLN
Seorang pengendara sendang melintasi tanjakan Clongop di Kapanewon Gedangsari. Foto diambil 8 Februari 2023. (Harian Jogja - David Kurniawan)
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul melalui Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) akan menjalin kerja sama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Kerja sama ini bertujuan menyediakan jaringan listrik untuk sektor pertanian.
Kepala DPP Gunungkidul, Rismiyadi mengaku biaya yang dikeluarkan petani lebih sedikit jika menggunakan listrik daripada solar. "Solar itu juga sulit didapat, harus pakai rekomendasi juga. Kalau listrik itu biaya murah dan pakai pulsa. Bisa disesuaikan dengan kebutuhan,” kata Rismiyadi dihubungi, Selasa (25/6/2024).
Advertisement
BACA JUGA: Terjerat Kasus Mafia Tanah, Status 3 Lurah di Sleman Dinon-aktifkan
Sebab itu, DPP Gunungkidul sedang menjajaki kemungkinan kerja sama dengan PT PLN dalam menyediakan jaringan listrik. Judul yang akan diusung yaitu Listrik Masuk Sawah. Katanya, jarak lokasi yang perlu dialiri listrik rata-rata 300 meter – 600 meter.
Di Kapanewon Semin dan Karangmojo saja, ada kelompok tani yang membeli tiang bantu untuk mendekatkan jaringan listrik dengan pompa air. Pompa ini akan menarik air dari sumur bor.
“Semoga tahun ini bisa teralisasi. Petani banyak mengoperasikan pompa air soalnya. Tapi ya itu tadi ada hambatan jaringan listrik di persawahan,” katanya.
Lahan pertanian yang sudah menggunakan sumur bor hampir semua menggunakan listrik. Adapun jumlah pembangunan sumur bor, pert tahun mencapai sepuluh titik. Satu sumur bor dapat dipakai untuk 20 hektar.
“Berarti setahun rata-rata ada 200 hektar yang dialiri air sumur bor. Kalau ditarik tiga tahun terakhir sekitar 600 hektar hingga 1000 hektar pakai listrik. Itu angka minimal saja untuk membangkitkan air lewat sumur bor,” ucapnya.
Disinggung perihal penggunaan tenaga surya, Rismiyadi mengaku masih belum ada. Operasional tenaga surya tergolong mahal dan perlu petani andal agar dapat merawat tenaga surya itu.
“Kalau sumber air yang diresmikan Pak Prabowo di Banyusoco juga tenaga listrik. Tapi mengairi berapa hektar kami belum tahu,” lanjutnya.
Proyek tersebut merupakan hasil program pompanisasi dan pipanisasi pengairan lahan pertanian sekitar 1.009 hektar untuk Kalurahan Banyusoco dan Karangduwet.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Dari Kelompok Tani, Sekar Arum Ubah Sampah Jadi Prestasi di Jogja
- Jadwal Terbaru KRL Jogja Solo 1 April 2026, Pagi hingga Malam
- Larangan Parkir Bus Senopati Picu Keresahan Juru Parkir
- Jadwal Terbaru KA Prameks Jogja-Kutoarjo, 1 April 2026
- Rumah Duka Dipenuhi Karangan Bunga, Pemulangan Praka Farizal Disiapkan
Advertisement
Advertisement









