Labuhan Pantai Gua Cemara Bantul: Wujud Syukur Sekaligus Daya Tarik Wisata

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Minggu, 07 Juli 2024 16:07 WIB
Labuhan Pantai Gua Cemara Bantul: Wujud Syukur Sekaligus Daya Tarik Wisata

Foto ilustrasi sedekah laut. /Harian Jogja Dok.

Harianjogja.com, BANTUL—Ribuan warga memadati Pantai Gua Cemara untuk menyaksikan Larung Goa Cemara. Perayaan tersebut diselenggarakan sebagai wujud syukur warga setempat setiap 1 Muharram.

“Labuhan Pantai Gua Cemara ini merupakan ungkapan syukur atas rezeki yang telah diterima warga,” ujar Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Bantul, Markus Purnomo Adi Minggu (7/7/2024). 

BACA JUGA : Terungkap! Mayat Wanita yang Ditemukan di Pantai Lorong Cemara Bantul Ternyata Dibunuh Mantan Pacar

Upacara adat dan tradisi tersebut dimulai dari rumah kepala Dusun Patihan menuju Pendapa Pantai Gua Cemara. Warga mengarak gunungan hasil bumi yang terdiri dari beberapa jenis bunga, uba rampe, dan kambing “kendhit” atau kambing yang memiliki garis putih melingkar di tubuhnya.

Dia menyampaikan dalam labuhan tersebut warga dan wisatawan berkumpul dan memanjatkan doa bersama-sama. Setelah didoakan, gunungan direbut warga yang hadir. Dalam upacara tradisi tersebut, ada kambing ”kendhit” yang dilarung. Warga yang hadir turut disuguhi nasi kuning oleh panitia. 

Sekretaris Dinas Kebudayaan Bantul, Slamet Pamuji menyampaikan Pantai Gua Cemara yang berada di Gadingsari merupakan desa budaya sekaligus desa maritim. Sehingga, menurut dia kegiatan untuk mengeksplore kebudayaan dan kemaritiman setempat disuguhkan sebagai daya tarik bagi wisata disana. 

"Potensi Gadingsari sebagai Kalurahan maritim memiliki potensi di pantai dan laut yang perlu diedukasi kepada masyarakat agar lebih dekat dan mengoptimalkan kesejahteraannya dengan potensi yang ada," ujarnya.

BACA JUGA : Penyu Lekang Mulai Bertelur di Gua Cemara, Persentase Penetasan Telurnya Cukup Tinggi

Gadingsari memiliki potensi budaya, adat dan tradisi yang masih diselenggarakan secara rutin, salah satunya Labuhan Gua Cemara, masih terus eksis. Menurutnya tradisi tersebut menjadi magnet untuk menarik minat wisatawan berkunjung kesana. 

"Ketika di destinasi wisata di gelar atraksi budaya, termasuk adat dan tradisi diharapkan bisa meningkatkan daya tarik dan kunjungan wisata," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online