Indonesia Peringkat Dua Dunia untuk Jumlah Universitas
Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai negara dengan jumlah universitas terbanyak, mencapai 3.277 kampus. Simak daftar lengkap 10 negara teratas.
Ilustrasi sampah. Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah Kalurahan Srimulyo dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul memastikan pembangunan TPS sementara di Puncak Bucu, Kaligatuk, Srimulyo, Piyungan, mulai berjalan.
Alasannya, kondisi darurat sampah membuat TPS sementara dengan luasan lahan 3.000 meter di atas lahan Sultan Ground seluas 3 hektare itu harus segera dibangun.
BACA JUGA : Pengelolaan Sampah Sleman Butuh Peran Aktif Masyarakat
Lurah Srimulyo, Piyungan, Wajiran mengatakan, saat ini proses pembangunan TPS sementara dimulai. Sebagai tahap awal, pihaknya membuat jalan masuk sepanjang 100 meter menuju lokasi pembangunan TPS sementara. Setelah jalan terbangun, maka akan dilanjutkan dengan pembangunan bangket dan tanggul untuk lokasi pembangunan TPS sementara.
"Jadi kami perkirakan akhir bulan ini sudah bisa digunakan," kata Wajiran, Senin (8/7/2024).
Menurut Wajiran, awalnya rencana pembangunan TPS sementara di sekitar Puncak Bucu, sempat mendapatkan penolakan oleh warga. Akan tetapi, setelah dilakukan sosialisasi, warga kalurahan Srimulyo akhirnya menerima pembangunan TPS sementara.
TPS sementara tersebut nantinya menggunakan teknologi yang sama dengan TPS di Gadingsari. Di mana, TPSS tersebut akan menggunakan geomembran dan talut untuk menahan air lindi.
"Nantinya sampah yang ditaruh juga akan langsung diuruk. TPS sementara ini hanya akan beroperasional sampai 31 Desember 2024. Karena setelah itu, nantinya kawasan itu juga akan diuruk dan akan kami manfaatkan untuk pengelolaan sampah juga nantinya," terang Wajiran.
Terkait dengan penolakan dari warga Sitimulyo, tepatnya warga Padukuhan Banyakan II, Banyakan III, Pagergunung I, dan Pagergunung II, Wajiran menyatakan hal itu memang terjadi. Akan tetapi, kondisi darurat sampah, membuat pihaknya mau tidak mau harus membangun TPS sementara di sekitar Puncak Bucu.
"Warga Sitimulyo itu kan trauma dengan pengalaman masa lalu. Akan tetapi, kan ini pembangunan TPS sementara ini menggunakan teknologi yang ramah lingkungan," ucap Wajiran.
BACA JUGA : Marak Pembuangan Sampah dari Kota ke Wilayah Bantul, Ini Kata Wakil Bupati Bantul
Ditemui terpisah Kepala DLH Bantul Bambang Purwadi Nugroho mengakui jika pembangunan TPS sementara saat ini tengah dilakukan dengan melibatkan Pemkal Srimulyo. Ia memastikan jika pembangunan TPS sementara menggunakan teknologi yang ramah lingkungan dan ditargetkan bisa segera dioperasionalkan.
"Sebab, saat ini kondisinya memang darurat sampah. Karena di Gadingsari saat ini tinggal satu lubang, dan tinggal menghitung hari penuhnya. Oleh karena itu, kami fokus menyelesaikan pembangunan TPS sementara di Srimulyo," ucap Bambang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesia menempati peringkat kedua dunia sebagai negara dengan jumlah universitas terbanyak, mencapai 3.277 kampus. Simak daftar lengkap 10 negara teratas.
VinFast membuka dealer motor listrik pertama di DIY dan menawarkan pilihan pembelian maupun sewa baterai bagi konsumen.
Panitia Pilur di Gunungkidul diminta memahami tata tertib pemilihan untuk mencegah kisruh menjelang penetapan calon lurah.
PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk melalui merek SMARTFREN berhasil mengelola lebih dari 2,19 ton sampah yang dihasilkan selama penyelenggaraan SMARTFREN Run 2026
Ekspor tekstil Indonesia diproyeksikan tumbuh hingga 4 persen pada 2027 didukung pemulihan permintaan global dan penguatan rantai pasok industri.
akultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar program pengabdian masyarakat