Anggaran Terbatas, Bantul Andalkan Revitalisasi Sekolah dari Pusat
Disdikpora Bantul mengandalkan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Sekda DIY Beny Suharsono memberikan keterangan kepada wartawan soal kenaikan harga cabai yang bisa diatasi dengan pemanfaatan teknologi oleh petani, Rabu (29/11/2023) (Harian Jogja/Yosep Leon Pinsker)
Harianjogja.com, JOGJA—Sedikitnya enam organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemda DIY mengalami kekosongan pimpinan definitif.
Keenamnya yakni kepala Dinas Perhubungan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, kepala Satpol PP, kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Staf Ahli Gubernur, serta kepala Biro Bina Mental.
Sekda DIY Beny Suharsono mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan nama-nama yang nantinya akan mengisi posisi yang kosong itu. Rekrutmen pejabat berpengkat Eselon II itu nantinya akan memakai metode talent pool yakni memilih pegawai yang punya rekam jejak mumpuni untuk kemudian dilantik menjadi kepala OPD.
BACA JUGA: 25 Peninggalan Diusulkan Menjadi Cagar Budaya di Sleman
"Metode itu dipakai karena pergeseran aturan, maka untuk pemilihan pejabat tinggi pratama dan madya akan pakai pola tersebut dan jadi lebih cepat," katanya, Minggu (14/7/2024).
Beny menyatakan, belum terisinya jabatan Eselon II di lingkungan Pemda DIY itu disebabkan oleh persoalan administrasi. Misalnya pegawai terbentur dengan aturan sistem kepangkatan ASN sehingga belum memungkinkan untuk dilantik menjadi pimpinan instansi yang kosong itu.
"Soal standar administrasi kan tidak bisa dilompati. Pangkat misalnya, 4A golongannya lompat ke Eselon II kan tidak bisa minimal ya harus 4B," katanya.
Menurut Beny, kekosongan pimpinan definitif di enam jabatan itu tidak akan mengganggu kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. Sabab pihaknya telah menugaskan sejumlah pejabat untuk mengisi kekosongan dan bertindak sebagai Plt. Itu juga dilakukan agar pegawai tersebut bisa melatih diri sebelum menjadi pimpinan instansi definitif.
BACA JUGA: 29 Instansi di DIY Akan Berperan Memulihkan Korban Pelanggaran HAM Berat
"Biar berlatih juga supaya pengetahuan bertambah dan jadi berpengalaman. Ketika jadi pimpinan instansi itu tidak kaku, itu juga terjadi di Kabupaten Kota saya, berharap ini bisa teratasi karena datanya memang sudah siap," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian Daerah DIY Amin Purwani menyebutkan, pihaknya sedang menggodok kelengkapan administrasi ASN yang nantinya mengisi jabatan yang kosong pada jenjang Eselon II, III dan IV. Menurutnya sejumlah lah administrasi persiapan sudah lengkap hanya tinggal menunggu rekomendasi dari KASN.
"Karena untuk mengisi jabatan Eselon II kan harus ada rekomendasi juga dari KASN. Nanti kalau sudah administrasi siap tinggal menyerahkan ke Gubernur untuk minta persetujuan beliau," ujarnya.
Menurut Amin, Pemda DIY memetakan jabatan ASN yang akan kosong ke depannya. Lantaran masa pensiun merupakan siklus, maka perlu proses dalam memetakannya. Untuk itu perlu waktu dalam rekrutmen ASN baru pada sebuah jabatan yang tengah kosong. "Persiapan pemetaannya juga sekaligus untuk mengisi semua posisi yang kosong," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdikpora Bantul mengandalkan program revitalisasi sekolah dari pemerintah pusat di tengah keterbatasan anggaran akibat efisiensi.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 7 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif KRL sebesar Rp8.000.
Pemkab Magelang menyiapkan 70 SPKL mobil dan 74 battery swap station untuk memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan pariwisata.
PHRI Sleman dan DP3 membangun sistem informasi pemasaran untuk mempertemukan supplier produk lokal dengan pelaku usaha.
Guru di Magelang didorong meningkatkan kompetensi agar adaptif menghadapi generasi digital, AI, dan perubahan karakter peserta didik.
Iran memperingatkan AS-Israel soal serangan baru dan menyebut produksi senjata, pertahanan, serta amunisi naik 2,5 kali lipat.