Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pajak - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Realisasi Pajak Bumi Bangunan (PBB) Kota Jogja pada 2024 hingga pertengahan Oktober ini sudah mencapai 99,9% dari target yang telah ditetapkan. Wajib pajak dipermudah dalam membayar pajak melalui Jogja Smart Service (JSS).
Kabid Pembukuan Penagihan dan Pengembangan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jogja, RM Kisbiyantoro, menjelaskan 2024 ini Pemkot Jogja menetapkan target PBB sebesar Rp118 miliar. “Sampai dengan kemaren [Selasa] sudah Rp117,8 atau 99,90 persen,” ujarnya, Kamis (17/10/2024).
Target tersebut ditetapkan 80% dari total potensi pajak Kota Jogja selama satu tahun, yakni sekitar Rp130 juta. “Untuk mengantisipasi pengurangan-pengurangan seperti pension, tidak mampu atau pembatalan karena alasan tertentu,” katanya.
Ia optimis dengan sisa waktu yang ada Pemkot Jogja mampu memenuhi target PBB 2024. Hal ini berkaca pada realisasi PBB 2023 yang melampaui target, yakni sebesar Ro112 miliar, dari target Ro99 miliar. “Ini sudah mendekati target, insyaalloh [tercapai]. Ketika mendekati jatuh tempo, masyarakat berbondong-bonding membayar,” ungkapnya.
BACA JUGA: Banjir Diskon untuk Tunggakan Pajak, Ratusan Warga Jogja Bayarkan PBB P2
Sampai saat ini ia mengakui memang masih ada tunggakan pajak cukup besar yang terakumulasi sejak 1994 silam, yakni Rp143 miliar menurut data 2023. Ditargetkan tunggakan ini dapat dibayarkan setidaknya Rp16 miliar tiap tahunnya, yang pada 2024 ini sudah terbayarkan Rp18 miliar.
Untuk mengupayakan hal tersebut, BPKAD Kota Jogja terjun jemput bola ke wilayan untuk memfasilitasi pembayaran PBB khususnya bagi pajib wajak yang menunggak. “Kita setiap rabu dan kamis menurunkan petgas untuk melakukan pembayaran di RW-RW. Kami kerja sama dengan kelurahan menunjuk RW mana yang kita datangi,” paparnya.
Ada tujuh kelompok atau lebih yang disebarkan ke RW-RW untuk jemput bola ini. Petugas juga menggandeng sejumlah bank seperti BPD, Bank Jogja, BNI, Mandiri, juga Kantor Pos untuk menerima pembayaran. “Sehingga di tempat itu bisa menerima pembayaran secara non tunai,” katanya.
Di samping itu, BPKAD Kota Jogja juga bekerja sama dengan Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Jogja untuk memudahkan pembayaran PBB melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS). “Bisa membayar PBB dengan membuka layanan PBB di JSS, dibayar dengan QRIS dan virtual account bisa,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Gempa magnitudo 6,2 mengguncang Parigi Moutong. BPBD menyebut belum ada laporan rumah warga rusak, tetapi plafon dan dinding kantor PU terdampak.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menetapkan status tanggap darurat gempa selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026.
PLN siagakan 45.000 personel dan cadangan daya 9 GW untuk mengamankan kelistrikan nasional saat HUT ke-81 RI.
Dua desainer kebaya dari DIY lolos tingkat regional Fatmawati Trophy 2026 dan akan bersaing di tingkat nasional di Bali pada Oktober 2026.
Gempa NTT M7,7 membuat lebih dari 5.000 warga mengungsi. Tiga kabupaten menetapkan status tanggap dan siaga darurat.