Desil DTSEN Tak Bisa Langsung Berubah, Warga Bantul Harus Tunggu 3 Bulan
Desil DTSEN di Bantul tidak bisa langsung diubah. Dinsos menyebut warga harus menunggu hingga tiga bulan setelah mengajukan koreksi data.
Sekda DIY Beny Suharsono memberikan keterangan kepada wartawan soal kenaikan harga cabai yang bisa diatasi dengan pemanfaatan teknologi oleh petani, Rabu (29/11/2023) (Harian Jogja/Yosep Leon Pinsker)
Harianjogja.com, JOGJA – Pemda DIY menyebut sedikitnya Rp60 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) reguler yang sudah ditetapkan pada tahun lalu dipangkas akibat kebijakan efisiensi anggaran. Total efisiensi yang telah dilakukan ditambah dengan pemangkasan dana keistimewaan (Dais) jadi sebanyak Rp260 miliar.
Sekda DIY, Beny Suharsono mengatakan, efisiensi paling signifikan terjadi pada Dais, dengan angka penghematan mencapai Rp200 miliar. “Angka ini masih bisa bertambah, minimal Rp200 miliar sudah dihemat,” ujarnya, Jumat (14/2/2025). Sementara itu, dari kantong APBD reguler, efisiensi sementara telah mencapai lebih dari Rp60 miliar.
Pemda DIY menyebut tengah merapikan program-program agar efisiensi tidak mengganggu pelayanan publik. Salah satu upayanya adalah memangkas perjalanan dinas hingga 50 persen. “Perjalanan dinas akan terpangkas 50 persen, itu langkah pertama. Kemudian kami memastikan efisiensi di sektor lain tetap mendukung pelayanan publik,” kata Beny.
Beny juga menambahkan, efisiensi bukan sekadar mengurangi angka anggaran, tetapi juga memastikan bahwa dana yang ada digunakan secara optimal. Ia mencontohkan refocusing anggaran untuk program-program yang lebih berdampak bagi masyarakat, seperti layanan pendidikan dan pemeriksaan kesehatan gratis.
Terkait wacana work from anywhere (WFA) untuk ASN dalam rangka efisiensi, Beny menyatakan bahwa pihaknya belum merancang kebijakan tersebut. “Kami belum mendesain sampai ke sana, tapi langkah-langkah penghematan seperti listrik dan kendaraan dinas sudah kami terapkan lebih dulu,” jelasnya.
Di sektor pendidikan, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman menjelaskan, pihaknya juga melakukan efisiensi hingga 50 persen. Salah satu fokus utama penghematan adalah mengurangi kegiatan yang menggunakan fasilitas hotel.
“Kami menekan biaya kegiatan di hotel dan memaksimalkan penggunaan kantor. Selain itu, kegiatan yang bisa diorganisasi lebih efisien juga akan kami sisir,” ungkap Suhirman.
Ia memastikan bahwa efisiensi ini tidak akan berdampak pada proses pembelajaran di sekolah, karena pendanaan untuk siswa masih didukung oleh Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA). “Pembelajaran tetap berjalan seperti biasa, efisiensi tidak akan mengorbankan hak siswa,” tambahnya.
Terkait anggaran Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp42 miliar, Suhirman menyebut bahwa dana tersebut akan tetap digunakan untuk fasilitas sekolah, termasuk untuk Guru Tidak Tetap dan Pegawai Tidak Tetap (GTT-PTT) yang masih membutuhkan dukungan.
"Kami berupaya memastikan bahwa penghematan anggaran tidak mengurangi kualitas layanan publik, tetapi justru mengarah pada penggunaan anggaran yang lebih efektif dan berdampak langsung bagi masyarakat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Desil DTSEN di Bantul tidak bisa langsung diubah. Dinsos menyebut warga harus menunggu hingga tiga bulan setelah mengajukan koreksi data.
Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat mengawasi penyaluran Pertalite dan biosolar di tengah gangguan distribusi BBM akibat sungai surut.
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.
Kisah mendalam 2.000 pekerja PT Woneel Midas Leathers di Gunungkidul yang memproduksi sarung tangan olahraga kelas dunia hingga rencana ekspansi.
Dosen UGM Cahyaningrum Dewojati mengaku KTP-nya dipinjam untuk formalitas yayasan Little Aresha, tetapi namanya masuk struktur kepengurusan.
15 universitas terbaik di Jawa Tengah versi Webometrics September 2026. Undip menjadi kampus dengan peringkat tertinggi di Jawa Tengah.