Advertisement
Ramadan, Satpol PP DIY Awasi Usaha Hiburan dan Aksi Perang Sarung

Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Menjelang Ramadan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DIY menyatakan akan mengawasi aktivitas usaha hiburan serta potensi kenakalan remaja yang kerap muncul selama bulan puasa.
Hal ini dilakukan agar bulan puasa berlangsung dengan aman dan nyaman bagi umat muslim dalam melaksanakan ibadah.
Advertisement
Plt. Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad menjelaskan pengawasan usaha hiburan akan mengacu pada peraturan yang sudah dikeluarkan oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota di DIY.
Di Kota Jogja sudah terbit Surat Edaran Wakil Walikota No. 100.3.4/866 Tahun 2025 yang mengatur soal penyelenggaraan jasa usaha hiburan selama Ramadan dan Lebaran. "Untuk usaha hiburan, peraturannya sudah ditetapkan oleh kabupaten/kota masing-masing. Kami di provinsi sifatnya hanya memberikan bantuan jika diperlukan," ujar Noviar, Jumat (28/2/2025).
Salah satu aturan yang akan diterapkan adalah penutupan tempat hiburan selama tiga hari pertama Ramadan dan saat Lebaran. Setelah itu, tempat hiburan diperbolehkan buka dengan pembatasan tertentu.
Namun, saat waktu Salat Tarawih, tempat-tempat hiburan wajib tutup sementara. Meski demikian, Noviar mengaku belum melihat secara detail peraturan dari masing-masing kabupaten/kota mengenai jenis tempat hiburan yang terdampak aturan ini. "Kami akan menunggu informasi dari masing-masing daerah mengenai teknis penerapannya. Namun yang pasti ada pengaturan untuk menghargai ibadah puasa," tambahnya.
Terkait dengan sanksi bagi usaha hiburan yang melanggar aturan selama Ramadan, Noviar menegaskan bahwa penegakan aturan sepenuhnya berada di tangan pemerintah kabupaten/kota. "Aturan dikeluarkan oleh masing-masing kabupaten/kota, jadi yang menegakkan juga mereka. Kami di provinsi hanya akan memberikan dukungan jika ada permintaan," jelasnya.
Selain mengawasi tempat hiburan, Satpol PP DIY juga akan mencermati potensi kenakalan remaja yang kerap meningkat selama Ramadan, seperti balap liar dan perang sarung. Dua aktivitas ini sering terjadi terutama setelah sahur di beberapa titik rawan, salah satunya di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). "Kalau fenomena perang sarung, kami akan lihat apakah masih ada atau tidak. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus kenakalan remaja seperti ini sudah jauh menurun," kata Noviar.
BACA JUGA: Masuki Ramadan, Satpol PP Bantul Janjikan Tegas Soal Petasan
Namun, jika kejadian tersebut kembali muncul, Satpol PP akan mengambil tindakan untuk mencegahnya, terutama di waktu-waktu rawan setelah sahur. Dia menambahkan bahwa setiap pelanggaran akan ditindak sesuai regulasi yang berlaku di masing-masing daerah.
Dengan pendekatan pengawasan ini, diharapkan bulan Ramadan di DIY dapat berlangsung dengan kondusif, tanpa gangguan dari aktivitas usaha hiburan yang melanggar aturan serta aksi kenakalan remaja yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement

MUI Sebut 1 Ramadan Tahun Ini Berpotensi Tak Barengan antara Pemerintah dan Muhammadiyah
Advertisement

Wisata ke Likupang, Menikmati Surga Tersembunyi Keindahan Alam
Advertisement
Berita Populer
- Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Sleman Baru Mencapai 13,07 Persen
- Satpol PP Catat Kenaikan Jumlah Gepeng Musiman di Jogja Saat Ramadan
- Dana Hasil Efisiensi Anggaran yang Dilakukan Pemda DIY Digunakan untuk Ini
- Dinas Pendidikan Gunungkidul Masih Gunakan ASPD Tahun Ini, Begini Penjelasannya
- Pemkab Pastikan Ketersediaan LPG 3 Kg Selama Ramadan di Bantul Aman
Advertisement
Advertisement