Mubeng Beteng Digelar, Ribuan Warga Sambut Tahun Baru Jawa 1 Sura
Lampah Budaya Mubeng Beteng kembali digelar di Jogja untuk menyambut Tahun Baru Jawa 1 Sura 2026. Tradisi ini menjadi simbol refleksi dan pelestarian budaya.
Ilustrasi sekolah rakyat. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL--Puluhan siswa disebut telah mendaftar jadi calon siswa sekolah rakyat yang bakal didirikan di sejumlah tempat di Kabupaten Bantul.
Penyuluh Sosial Ahli Muda, Ditjen Rehabilitasi Sosial Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta, Gunadi Setyo Utomo menyampaikan saat ini telah ada 42 orang pelajar SMP yang mendaftar sebagai calon murid di sekolah rakyat. Puluhan pelajar tersebut telah mengisi form pendaftaran dan mengumpulkan sejumlah berkas untuk mendaftar sebagai calon murid sekolah rakyat.
Dia menuturkan sekitar dua minggu lalu, pihaknya telah mendatangi sekitar 30 SMP di Bantul untuk menyosialisasikan mengenai sekolah rakyat. Dalam sosialisasi tersebut, pihaknya bertemu dengan murid dan orang tua murid yang telah memenuhi syarat sebagai calon sekolah rakyat.
"Kami mendatangi anak yang sudah dipilih, ada syarat anak [dari keluarga] pra sejahtera. Calon-calon itu sudah diseleksi dari sekolah," katanya, Selasa (22/4/2025).
Dari situ, ada beberapa murid menyatakan kesediaannya menjadi calon murid sekolah rakyat dan murid lain menyatakan kesediaannya beberapa waktu setelahnya.
Kemudian, pada minggu ini, pihaknya akan melakukan sosialisasi ke sekolah MTS yang ada di Bantul. Dia mengaku kunjungan ke sekolah-sekolah sengaja dilakukan untuk meningkatkan animo pendaftar sekolah rakyat.
Dia mengaku proses pendaftaran dibuka hingga 30 April 2025.
BACA JUGA: SPMB Jalur Khusus Olahraga di Bantul Dibuka, Cek Sekolah dan Kuotanya
Setelah calon murid mengisi form pendaftaran dan mengumpulkan berkas pendukung, selanjutkan akan dilakukan seleksi administrasi. Kemudian ada pula tes kesehatan dan psikologi, serta verifikasi ke rumah calon murid yang bersangkutan.
"Home visit [tujuannya] sebagai bukti anak itu dari keluarga kurang mampu," katanya.
Kemudian, pengumuman murid yang diterima di sekolah rakyat akan dilakukan pada awal Juli 2025.
Nantinya, sekolah rakyat di Bantul akan didirikan dengan empat rombongan belajar. Setiap rombongan belajar terdiri dari 25 orang siswa.
Dia mengaku tidak ada pembagian kuota calon siswa laki-laki dan perempuan, meskipun nantinya sekolah rakyat akan menyediakan asrama bagi siswa. Menurutnya, pembagian kamar untuk calon siswa akan menyesuaikan dengan jumlah siswa yang berhasil lolos seleksi.
Sementara Kepala Disdikpora Bantul, Nugroho Eko Setyanto mengaku proses pendaftaran calon siswa sekolah rakyat seluruhnya dilakukan oleh Kemensos. Dia pun mengaku mendukung program tersebut.
"Calon sekolah rakyat di Bantul nanti terletak di BBPPKS Sonosewu, dibawah Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lampah Budaya Mubeng Beteng kembali digelar di Jogja untuk menyambut Tahun Baru Jawa 1 Sura 2026. Tradisi ini menjadi simbol refleksi dan pelestarian budaya.
Prabowo ungkap dugaan demo dibayar. KSP Dudung sebut informasi presiden akurat dan berpotensi ditindak secara hukum.
Isu retaknya hubungan Prabowo dan Jokowi mencuat. Pengamat UNS menilai belum ada konflik terbuka jelang Pemilu 2029.
Prabowo bangga gunakan mobil Maung buatan Indonesia. Meski sempat bocor, jadi simbol kemandirian industri otomotif nasional.
SPMB SMP Gunungkidul 2026 buka jalur domisili 29 Juni. Dinas Pendidikan terapkan aturan cegah kecurangan KK tempel.
Korban gempa Venezuela bertambah jadi 589 tewas dan 2.980 luka. Bantuan internasional mulai berdatangan untuk evakuasi korban.