Waspada Hantavirus di Bantul dari Tikus Rumah Bisa Picu Infeksi Serius
Dinkes Bantul ingatkan bahaya hantavirus dari tikus, warga diminta waspada dan jaga kebersihan lingkungan.
Panggung Sekolah Hutan, kawasan Hutan Pinus Mangunan, Kecamatan Dlingo, Bantul, Minggu (25/11)./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Wisata Kebun Buah Mangunan, Dlingo, Bantul yang sempat dilanda kebakaran pada Selasa (30/9/2025) malam dipastikan akan segera dibuka kembali.
Api melalap deretan warung milik pedagang sekitar pukul 21.00 WIB dan menghanguskan seluruh bangunan semi permanen yang terbuat dari kayu dan bambu.
Ketua Pedagang Kebun Buah Mangunan, Suyadi, mengatakan kebakaran diduga dipicu dari salah satu warung yang ditinggal pemiliknya sejak siang hari.
"Kondisi listrik sempat mati sejak sore. Tapi dugaan sementara penyebab kebakaran itu dari kompor gas yang lupa dimatikan," ujarnya, Kamis (2/10/2025).
BACA JUGA: Warga Dengar Ledakan Keras Saat Kebakaran di Areal Kilang Minyak Dumai Pertamina
Menurut Suyadi, api pertama kali muncul dari salah satu warung di bagian tengah, lalu cepat menyebar ke warung lain akibat hembusan angin.
"Di sini ada 11 warung, dan kebakaran merambat begitu cepat karena bahan bangunan rata-rata dari kayu dan bambu," jelasnya.
Akibat peristiwa ini, total kerugian diperkirakan mencapai Rp600 juta. Nilai tersebut merupakan akumulasi dari kerugian 11 pedagang dengan aset dan modal yang berbeda-beda.
"Saya sudah minta data masing-masing warung, totalnya sekitar Rp600 juta," ungkapnya.
Suyadi menambahkan, sejak kejadian, sejumlah pihak sudah meninjau lokasi, mulai dari Wakil Bupati Bantul, kepolisian, DPRD, hingga Dinas Pertanian. Rencana penataan jangka panjang sudah disampaikan, namun untuk sementara pemerintah akan menyiapkan solusi darurat.
"Ada rencana menyediakan tenda-tenda sebagai pengganti warung sementara. Kalau bangunan permanen butuh waktu karena harus menyiapkan anggaran dan lokasi yang tepat," jelasnya.
Meski warung pedagang rusak, kawasan wisata tidak akan ditutup lama. Pembersihan puing mulai dilakukan Kamis siang, dan jika berjalan lancar wisata akan segera kembali dibuka.
"Hari ini dan sejak kemarin sudah mulai dibersihkan, harapannya segera bisa buka lagi untuk wisatawan. Soal teman-teman pedagang mau langsung jualan atau belum, itu nanti tergantung kesiapan masing-masing," kata Suyadi.
Ia menegaskan bahwa pedagang akan berupaya bangkit kembali pasca musibah ini.
"Yang penting kawasan ini bisa segera beroperasi lagi agar wisatawan tetap datang, sementara kami para pedagang akan menyesuaikan kondisi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Bantul ingatkan bahaya hantavirus dari tikus, warga diminta waspada dan jaga kebersihan lingkungan.
xAI meluncurkan Grok Build, AI coding berbasis terminal untuk saingi Claude Code dengan fitur plan mode dan sub-agent.
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.