Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Humas Jasa Raharja Cabang DIY Aryo Wahyadi Kusumo, Kanit Dikyasa Ditlantas Polda DIY AKP Restu Indra, Camat Bantul Sunarso, dan Danramil Bantul Sutarno, saat menjadi pembicara dalam sosialisasi budaya tertib berlalu lintas dan cara mengurus santunan Jasa Raharja di Aula Kecamatan Bantul, Selasa (15/5/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL-Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY merilis jumlah kecelakaan lalu lintas selama 2016-2017 meningkat dan data kecelakaan terbanyak ada di Kabupaten Bantul dan Sleman.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Unit I Subdit Pendidikan dan Rekayasan Lalu Lintas Ditlantas Polda DIY, AKP Restu Indra dalam sosialisasi yang digelar di Aula Kecamatan Bantul, Selasa (15/5/2018).
"Jumlah korban kecelakaan rata-rata adalah usia produktid, yakni usia 16-25 tahun," kata Indra. Sosialisasi yang dilaksanakan Jasa Raharja dan Direktorat Lalu Lintas Polda DIY itu diikuti sekitar 100 orang dari kalangan pelajar, pamong desa, dan masyarakat umum, dengan tema Membangun Budaya Tertib Berlalulintas dan Tata Cara Pengurusan Santunan Jasa Raharja.
Indra mengatakan jumlah kecelakaan pada 2016 lalu di DIY tercatat sebanyak 3.777 kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 463 orang. Dari jumlah tersebut terbanyak ada di Bantul 1.157 kasus, disusul Sleman 1.018 kasus, Jogja 616 kasus, Kulonprogo 500 dan Gunungkidul 486 kasus.
Jumlah kecelakaan meningkat di 2017 dengan total 4.011 kasus. Terbanyak masih di wilayah Sleman dan Bantul masing-masing 1.393 kasus dan 1.360 kasus. Kemudian disusul Gunungkidul (454 kasus), Kulonprogo (411 kasus), dan Jogja (393 kasus). Sementara korban meninggal dunia sebanyak 442 orang.
"Meski jumlah korban menurun, tapi jumlah kejadian meningkat sebesar 6,20 persen dari 2016-2017," papar Indra.
Indra berujar dari pengelompokan usia korban kecelakaan dalam data kecelakaan tersebut didominasi usia produktif, yakni usia 16-25 tahun sebanyak 1.216 orang dari data kecelakaan 2017 dan terbanyak juga dari Bantul dan Sleman masing-masing 483 orang dan 350 orang. Sisanya dari tiga kabupaten dan kota lainnya. Terbanyak kedua korban kecelakaan dari sisi usia adalah usia 51-60 tahun, dan ketiga usia 31-40 tahun.
Menurut Indra, penyebab kecelakaan tidak lepas dari beberapa hal, di antaranya penggunaan telepon selular saat berkendara, tidak mengenakan helm, mabuk, melawan arus, dan usia pengendara di bawah umur, serta sabuk keselamatan tidak digunakan saat berkendara. "Masih banyak yang lalai padahal sabuk pengaman bagi pengendara roda empat dapat membantu jika terjadi benturan," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.