Malioboro Bakal Bebas Kendaraan, Kantong Parkir Harus Siap Dulu

Kemacetan di ruas jalan pusat perbelanjaan Malioboro, Senin (18/6/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
10 November 2018 06:50 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA - Pemda DIY mulai melakukan persiapan dini menuju kawasan Malioboro bebas dari kendaraan bermotor. Berbagai sarana parkir harus dipersiapkan lebih dahulu sebelum rencana ini direalisasikan.

Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan DIY Anna Rina menjelaskan pemberlakuan Malioboro menjadi kawasan bebas kendaraan butuh proses panjang. Salah satunya ketersediaan tempat parkir di sekitar Malioboro agar kendaraan tidak perlu masuk di Jalan Malioboro. Menurutnya kantong parkir masih perlu ditambah selain yang saat ini sudah ada.

"Ke depan hanya Trans Jogja dan kendaraan tidak bermotor yang boleh masuk ke Malioboro. Tetapi realisasinya kapan kami belum bisa memastikan karena baru tahap persiapan," terangnya, Jumat (9/11/2018).

Ia mengatakan sejumlah kantong parkir yang perlu ditata dan dilengkapi fasilitas untuk meningkatkan daya tampung antara lain, Taman Parkir Abu Bakar Ali, Parkir Pasar Sore, Parkir Jalan Senopati, Parkir Ngabean, Parkir Ketandan. Saat ini penataan tempat parkir Jalan Beskalan juga mulai dilakukan, pada 2019 rencananya akan dibangub parkir di Gedung Jogja Planning Gallery (JPG) yang saat ini masih ditempati Dinas Pariwisata Jalan Malioboro.

Anna memastikan sejumlah kantong parkir itu tidak perlu lagi pembawa kendaraan bermotor masuk kawasan Malioboro. Tempat Parkir Ketandan misalnya akan menampung kendaraan yang akan ke Malioboro dari sisi timur melalui Jalan Suryatmajan, kemudian tempat parkir JPG juga bisa diakses dari sisi timur Malioboro tepatnya di Jalan Mataram, begitu juga lahan parkir Pasar Sore bisa diakses melalui sisi timur atau Jalan Pabringan. Sedangkan lahan parkir yang disiapkan diakses dari sisi barat antara lain Parkir Ngabean, Parkir Beskalan dan Parkir Senopati serta ABA bisa diakses dari sisi selatan dan utara Malioboro.

"Ke depan harapannya masyarakat yang akan ke Malioboro bisa berjalan kaki dari kantong parkir itu atau menggunakan KTB [kendaraan tidak bermotor] seperti becak untuk diantar ke Malioboro. Pakai Trans Jogja juga bisa tetapi haltenya di Jalan Malioboro hanya ada tiga titik," katanya.

Plt Kepala Dinas PUP ESDM DIY Mansyur mengatakan pembangunan kawasan Malioboro sudah berjalan sesuai perencanaan. Ke depan memang Malioboro akan menjadi jalur semi pedestrian sehingga hanya Trans Jogja, KTB, kendaraan VVIP dan emergency saja yang boleh masuk. Pemda DIY tentu akan meminta masuk dari masyarakat dan berbagai pihak dalam merealisasikan rencana tersebut.

"Karena [menjadikan Malioboro bebas kendaraan] ini programnya Pemda DIY tentu semua pihak dinas akan mendukung dan sebelum direalisasikan akan meminta banyak masukan baiknya bagaimana," ujarnya.