Wisatawan Ditargetkan Bisa Menginap Minimal 2 Hari di Bantul

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Jum'at, 02 Februari 2024 13:27 WIB
Wisatawan Ditargetkan Bisa Menginap Minimal 2 Hari di Bantul

Wisatawan membajak sawah di Desa Wisata Candran, Bantul/Ist-Dinas Pariwisata Bantul

Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul menargetkan lama tinggal wisatawan atau length of stay (LoS) wisatawan pada 2024 mencapai dua hari. Untuk mencapai target tersebut, Dispar Bantul dorong integrasi pariwisata berbasis masyarakat atau community based tourism (CBT) di desa wisata.

Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyampaikan saat ini lama tinggal wisatawan di Bantul berada pada angka 1,8 hari. Dia menilai penyebab lama tinggal wisatawan masih rendah lantaran CBT di desa wisata Bantul belum terintegrasi satu sama lain.

“Peningkatan LoS dengan mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat, paling tidak orang akan berlama-lama di Bantul,” katanya, Jumat (2/2/2024).

Dia menuturkan selama ini sebagian besar wisatawan hanya berkunjung ke salah satu desa wisata di Bantul, menurutnya apabila ada integrasi antara pelaku wisata di desa wisata, maka lama tinggal wisatawan di Bantul berpotensi meningkat.

BACA JUGA: Viral Insiden Kericuhan di Jalan KH Ahmad Dahlan Jogja, Polisi: Tidak Ada Senjata Tajam

“Kalau selama ini datang ke kasongan melihat produk, produksi, melihat hasil karya setelah itu pergi. Kami berharap di LoS mereka melihat proses dari awal hingga akhir, sehingga disana bisa dua hingga tiga hari,” katanya.

Kwintarto menilai setiap desa wisata di Bantul memiliki potensi keunikan masing-masing. Menurutnya, keunikan tersebut mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke beberapa desa wisata di Bantul.

“Proses membatik pun kita punya yang short time dan long time, sehingga paling tidak bisa ditahan [wisatawan], saat belajar batik ada Makam Imogiri, ada juga pembuatan pendok keris dan pertanian di Kebon Agung,” katanya.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Wisata (PHRI) Bantul, Yohanes Hendra menyampaikan jumlah hotel di Bantul cukup terbatas. Di Bantul hanya ada dua hotel bintang 4, sebuah hotel bintang 3, dan beberapa hotel non-bintang. Menurut Yohanes, hal itu berpengaruh pula pada lama tinggal wisatawan di Bantul.

“Di Bantul [jumlah] hotel hanya beberapa. Sehingga kita tidak bisa memberikan sebuah pilihan kepada calon wisatawan untuk LoS-nya lama,” katanya.

Dia pun berharap jumlah hotel di Bantul dapat meningkat sehingga lama tinggal wisatawan di Bantul dapat meningkat pula.

“[Lama tinggal] Sekitar dua hari di Kabupaten Bantul, ini cukup lumayan. Harapan kami di tahun yang akan datang banyak hotel yang akan muncul di Kabupaten Bantul LoS dapat menandingi Sleman atau Kulonprogo,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online