WJNC 2026 Diperpanjang hingga Titik Nol, Target 60.000 Pengunjung
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.
Wisatawan membajak sawah di Desa Wisata Candran, Bantul/Ist-Dinas Pariwisata Bantul
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul menargetkan lama tinggal wisatawan atau length of stay (LoS) wisatawan pada 2024 mencapai dua hari. Untuk mencapai target tersebut, Dispar Bantul dorong integrasi pariwisata berbasis masyarakat atau community based tourism (CBT) di desa wisata.
Kepala Dispar Bantul, Kwintarto Heru Prabowo menyampaikan saat ini lama tinggal wisatawan di Bantul berada pada angka 1,8 hari. Dia menilai penyebab lama tinggal wisatawan masih rendah lantaran CBT di desa wisata Bantul belum terintegrasi satu sama lain.
“Peningkatan LoS dengan mengembangkan pariwisata berbasis masyarakat, paling tidak orang akan berlama-lama di Bantul,” katanya, Jumat (2/2/2024).
Dia menuturkan selama ini sebagian besar wisatawan hanya berkunjung ke salah satu desa wisata di Bantul, menurutnya apabila ada integrasi antara pelaku wisata di desa wisata, maka lama tinggal wisatawan di Bantul berpotensi meningkat.
BACA JUGA: Viral Insiden Kericuhan di Jalan KH Ahmad Dahlan Jogja, Polisi: Tidak Ada Senjata Tajam
“Kalau selama ini datang ke kasongan melihat produk, produksi, melihat hasil karya setelah itu pergi. Kami berharap di LoS mereka melihat proses dari awal hingga akhir, sehingga disana bisa dua hingga tiga hari,” katanya.
Kwintarto menilai setiap desa wisata di Bantul memiliki potensi keunikan masing-masing. Menurutnya, keunikan tersebut mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung ke beberapa desa wisata di Bantul.
“Proses membatik pun kita punya yang short time dan long time, sehingga paling tidak bisa ditahan [wisatawan], saat belajar batik ada Makam Imogiri, ada juga pembuatan pendok keris dan pertanian di Kebon Agung,” katanya.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Wisata (PHRI) Bantul, Yohanes Hendra menyampaikan jumlah hotel di Bantul cukup terbatas. Di Bantul hanya ada dua hotel bintang 4, sebuah hotel bintang 3, dan beberapa hotel non-bintang. Menurut Yohanes, hal itu berpengaruh pula pada lama tinggal wisatawan di Bantul.
“Di Bantul [jumlah] hotel hanya beberapa. Sehingga kita tidak bisa memberikan sebuah pilihan kepada calon wisatawan untuk LoS-nya lama,” katanya.
Dia pun berharap jumlah hotel di Bantul dapat meningkat sehingga lama tinggal wisatawan di Bantul dapat meningkat pula.
“[Lama tinggal] Sekitar dua hari di Kabupaten Bantul, ini cukup lumayan. Harapan kami di tahun yang akan datang banyak hotel yang akan muncul di Kabupaten Bantul LoS dapat menandingi Sleman atau Kulonprogo,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WJNC 2026 diperpanjang dari Tugu hingga Titik Nol Kilometer. Pemkot Jogja menargetkan 60.000 pengunjung dan siapkan rekayasa lalu lintas.
Koperasi Semesta belum bisa memasok susu untuk MBG karena produksi terserap industri dan UMKM. Populasi sapi akan ditambah 200 ekor.
BPS mencatat inflasi September 2026 mencapai 3,28% secara tahunan. Program MBG turut mendorong kenaikan harga daging ayam ras.
KDMP Sendangmulyo Sleman belum diserahterimakan, tetapi ditemukan kerusakan pada drainase dan talang dalam evaluasi fisik.
BGN siap menjadi offtaker hasil perikanan untuk memenuhi kebutuhan ikan sebagai sumber protein dalam menu Makan Bergizi Gratis.
Prabowo melantik Letjen TNI Muhammad Saleh Mustofa sebagai Wamentan dalam reshuffle Kabinet Merah Putih di Istana Negara.