Kunjungan Narendra Modi Ubah Akses Wisata Candi Prambanan
Kunjungan Narendra Modi ke Candi Prambanan membuat akses wisata dialihkan selama 7-8 Juli 2026. Wisatawan tetap dapat berkunjung ke sejumlah area.
SAR SRI Wilayah Operasional I dan Polair Pantai Sadeng sedang menunggu proses evakuasi nelayan yang hanyut akibat perahu karam di Dermaga Pantai Sadeng, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, Sabtu, (27/7/2024). /Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebuah perahu nelayan dihantam ombak dan karam di perairan Pantai Sadeng, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul pada Sabtu, (27/7/2024) sore. Dua nelayan berhasil selamat, sedangkan satu orang di antaranya dinyatakan hilang.
Koordinator SAR SRI Wilayah Operasi I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan kejadian berawal ketika tiga nelayan bernama Triyono, 34, warga Girisubo; Sugi, 28, warga Cilacap; dan Faisal, 25, warga Girisubo memutuskan melaut dari Pantai Sadeng, Sabtu, (27/7) pukul 14.30 WIB.
BACA JUGA : Kesadaran Nelayan Memakai Baju Pelampung saat Melaut di Gunungkidul Masih Rendah
Ketika mereka sedang menarik jaring lobster, perahu dihantam ombak dan terbalik. Saksi yang berada di atas tebing yang melihat kejadian tersebut kemudian melapor ke SAR dan Polair Pantai Sadeng.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pencarian bersama nelayan menggunakan lima belas perahu di tempat kejadian atau depan Tebing Ngrongkok, barat Pantai Sadeng.
Di tempat kejadian, tim pencari mendapati dua orang terapung menggunakan pelampung jaring. Mereka adalah Sugi dan Faisal yang bertugas sebagai anak buah kapal (ABK). Tim lantas mengevakuasi mereka ke dermaga Pantai Sadeng pukul 16.20 WIB dan membawa ke RS Maguhan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Adapun tekong perahu, Triyono hingga Minggu (28/7/2024) pukul 12.21 WIB masih belum ditemukan. “Pak Triyono masih belum kami temukan,” kata Sunu dihubungi, Minggu, (28/7/2024).
Kejadian perahu karam bukan pertama kali terjadi di perairan Pantai Sadeng. Pada Rabu, (5/6/2024), dua nelayan asal Girisubo dan Pracimantoro juga hilang setelah perahu mereka karam dihantam ombak. Nahas, mereka ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Sunu mengatakan bahwa kecelakaan laut (laka laut) mayoritas menimpa warga lokal seperti nelayan. Jumlah laka laut selama enam bulan terakhir yang terjadi di wilayah operasinya yang merentang dari Pantai Sadeng hingga Ngitun mencapai lima kejadian.
Rincian laka tersebut yaitu pertama di Pantai Jungwok korban meninggal satu orang; kedua, Pantai Watu Lumbung, satu orang korban selamat; ketiga, Pantai Sadeng, korban tiga orang selamat; keempat, Pantai Sadeng, korban dua orang selamat; dan Pantai Sadeng, dua korban meninggal dunia.
BACA JUGA : Perahu Hantam Tebing Saat Cuaca Berkabut di Gunungkidul, 1 Nelayan Meninggal Dunia
Koordinator SAR SRI Pantai Baron, Marjono telah menyampaikan ada delapan belas orang yang menjadi korban laka laut sejak Januari 2024. Dari jumlah ini, tujuh belas di antaranya merupakan wisatawan. Dari jumlah itu, ada tiga orang meninggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan Narendra Modi ke Candi Prambanan membuat akses wisata dialihkan selama 7-8 Juli 2026. Wisatawan tetap dapat berkunjung ke sejumlah area.
Hasto Wardoyo meminta sekolah tidak menjadikan seragam sebagai beban orang tua dan memberi toleransi bagi siswa yang belum mampu membeli seragam.
Jelang Muktamar NU ke-35, Majlis Musyawarah Taswirul Afkar membahas arah NU 100 tahun ke depan dan penguatan kemandirian jamiyah.
Polsek Semin mengingatkan bahaya pembakaran lahan saat musim kemarau karena dapat memicu kebakaran dan mengganggu habitat monyet di Gunungkidul.
Libur sekolah membawa lebih dari 200 ribu wisatawan ke Bantul. PAD dari retribusi wisata mencapai Rp2,76 miliar dan okupansi hotel naik menjadi 70 persen.
Hasto Wardoyo meminta MPLS di Kota Jogja menjadi ruang menghilangkan kecemasan siswa baru, bukan ajang bullying maupun perpeloncoan.