PBB-P2 Sleman Tembus 95%, 5 Kapanewon Lunas Awal
PBB-P2 Sleman mencapai Rp86,34 miliar atau 95% target. Lima kapanewon dan 42 kalurahan telah lunas lebih awal.
SAR SRI Wilayah Operasional I dan Polair Pantai Sadeng sedang menunggu proses evakuasi nelayan yang hanyut akibat perahu karam di Dermaga Pantai Sadeng, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul, Sabtu, (27/7/2024). /Istimewa.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebuah perahu nelayan dihantam ombak dan karam di perairan Pantai Sadeng, Kapanewon Girisubo, Gunungkidul pada Sabtu, (27/7/2024) sore. Dua nelayan berhasil selamat, sedangkan satu orang di antaranya dinyatakan hilang.
Koordinator SAR SRI Wilayah Operasi I Gunungkidul, Sunu Handoko Bayu Sagara mengatakan kejadian berawal ketika tiga nelayan bernama Triyono, 34, warga Girisubo; Sugi, 28, warga Cilacap; dan Faisal, 25, warga Girisubo memutuskan melaut dari Pantai Sadeng, Sabtu, (27/7) pukul 14.30 WIB.
BACA JUGA : Kesadaran Nelayan Memakai Baju Pelampung saat Melaut di Gunungkidul Masih Rendah
Ketika mereka sedang menarik jaring lobster, perahu dihantam ombak dan terbalik. Saksi yang berada di atas tebing yang melihat kejadian tersebut kemudian melapor ke SAR dan Polair Pantai Sadeng.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pencarian bersama nelayan menggunakan lima belas perahu di tempat kejadian atau depan Tebing Ngrongkok, barat Pantai Sadeng.
Di tempat kejadian, tim pencari mendapati dua orang terapung menggunakan pelampung jaring. Mereka adalah Sugi dan Faisal yang bertugas sebagai anak buah kapal (ABK). Tim lantas mengevakuasi mereka ke dermaga Pantai Sadeng pukul 16.20 WIB dan membawa ke RS Maguhan Pracimantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.
Adapun tekong perahu, Triyono hingga Minggu (28/7/2024) pukul 12.21 WIB masih belum ditemukan. “Pak Triyono masih belum kami temukan,” kata Sunu dihubungi, Minggu, (28/7/2024).
Kejadian perahu karam bukan pertama kali terjadi di perairan Pantai Sadeng. Pada Rabu, (5/6/2024), dua nelayan asal Girisubo dan Pracimantoro juga hilang setelah perahu mereka karam dihantam ombak. Nahas, mereka ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Sunu mengatakan bahwa kecelakaan laut (laka laut) mayoritas menimpa warga lokal seperti nelayan. Jumlah laka laut selama enam bulan terakhir yang terjadi di wilayah operasinya yang merentang dari Pantai Sadeng hingga Ngitun mencapai lima kejadian.
Rincian laka tersebut yaitu pertama di Pantai Jungwok korban meninggal satu orang; kedua, Pantai Watu Lumbung, satu orang korban selamat; ketiga, Pantai Sadeng, korban tiga orang selamat; keempat, Pantai Sadeng, korban dua orang selamat; dan Pantai Sadeng, dua korban meninggal dunia.
BACA JUGA : Perahu Hantam Tebing Saat Cuaca Berkabut di Gunungkidul, 1 Nelayan Meninggal Dunia
Koordinator SAR SRI Pantai Baron, Marjono telah menyampaikan ada delapan belas orang yang menjadi korban laka laut sejak Januari 2024. Dari jumlah ini, tujuh belas di antaranya merupakan wisatawan. Dari jumlah itu, ada tiga orang meninggal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PBB-P2 Sleman mencapai Rp86,34 miliar atau 95% target. Lima kapanewon dan 42 kalurahan telah lunas lebih awal.
Anak Kampung Sadang, Bandung Barat, menyeberangi Waduk Saguling dengan rakit untuk sekolah. Warga berharap akses jembatan segera dibangun.
Kemnaker menyiapkan strategi triple skilling berupa upskilling, reskilling, dan cross-skilling untuk menghadapi perubahan dunia kerja akibat AI.
Job fair disabilitas Kulonprogo mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan. Riski dan Arif berbagi perjuangan mencari pekerjaan inklusif.
Pembangunan inklusif di Indonesia disoroti. Ohana Indonesia mendesak reformasi anggaran dan pemenuhan hak kelompok difabel.
Redaksi kembali menghadirkan rangkuman Top Ten News Harianjogja.com edisi Sabtu (29/8/2026) yang merangkum isu paling hangat dan strategis