HUT RI, Disdukcapil Kota Jogja Buka Layanan Jemput Bola Adminduk
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Aktivitas nelayan yang biasa menjadi sajian pemandangan khas Pantai Depok, Bantul./Instagram @pantaidepok
Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bantul mengaku infrastruktur melaut yang dimiliki oleh nelayan masih terbatas. Karena itu, hasil tangkapan laut masih terbatas.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Budidaya, DKP Bantul, Kristanto menyampaikan DKP Bantul menargetkan hasil perikanan tangkap tahun 2024 mencapai 831 ton. Dari target tersebut, capaian perikanan tangkap pada semester satu tahun 2024 telah mencapai 300-400 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 60-70 persen berasal dari hasil perikanan tangkap laut.
“Itu [capaian semester satu tahun 2024] untuk perikanan tangkap, tidak hanya tangkap laut tetapi juga di perairan umum antara lain dari [tangkapan] sungai, telaga, embung,” katanya, Rabu (25/9/2024).
Kristanto menilai infrastruktur yang terbatas menjadi penyebab hasil perikanan tangkap di Bantul belum optimal.
“Kita tidak punya pelabuhan, dan tempat tambatan perahu. Karena memang tidak memungkinkan dibuat,” imbuhnya.
Dia menilai kondisi pantai di Bantul yang berpasir berpotensi menyebabkan sedimentasi. Hal serupa menurutnya terjadi di Kulonprogo. Pembangunan pelabuhan di sana terkendala dengan pantai yang berpasir.
BACA JUGA: Tingkatkan Produksi Tangkapan Ikan, DKP Bantul Meregenerasi Nelayan
Menurut Kristanto, kondisi pantai di Bantul yang berpasir menyebabkan kapal yang dapat beroperasi disana hanya perlu motor tempel. Kendaraan tersebut pun hanya dapat mengangkut hasil tangkapan laut dengan kapasitas yang terbatas. Menurutnya, satu perahu motor tempel hanya dapat mengangkut maksimal 200 kg ikan.
“Itu maksimal, karena itu memperhitungkan keselamatannya juga. Kapal terlalu banyak muatan tidak stabil,” ujarnya.
Sementara Pemkab Bantul saat ini tengah mematangkan masterplan dan detail engineering design (DED) untuk tambatan kapal yang akan dibangun di dekat Pantai Depok. Tambatan kapal tersebut akan dibangun dengan kapasitas 30 gros ton.
Persoalan sedimentasi pun masih terus dikaji. Tahun ini DED tambatan ikan tengah diajukan ke Pemda DIY. (Stefani Yulindriani)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disdukcapil Kota Jogja menyiapkan layanan jemput bola selama Agustus 2026 untuk HUT RI dan HUT Kota Jogja. Warga bisa mengurus seluruh dokumen kependudukan.
Prabowo menyebut motor listrik nasional sebagai contoh Indonesia Incorporated melalui kolaborasi swasta, BUMN, dunia usaha, dan akademisi.
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.