BPD DIY Salurkan CSR di Kulonprogo, 15 Rumah Tak Layak Huni Diperbaiki
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Pembangunan Tol Jogja Solo di Kartasura, Jawa Tengah, Selasa (20/9/2022)./JIBI-Bisnis.com-Himawan L Nugraha\r\n
Harianjogja.com, KULONPROGO– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo sedang menggodok dua rancangan peraturan bupati (Raperbup) terkait tata ruang sebagai dasar pembangunan di exit tol Jogja-Bandara YIA.
Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Kulonprogo sudah melakukan kajian tata ruang yang menjadi dasar isi Raperbup tersebut. Ditargetkan akhir 2025 Raperbup tersebut dapat disahkan menjadi Peraturan Bupati (Perbup).
Sekretaris Dispertaru Kulonprogo, Saryono mengatakan, dua Raperbup tersebut berisi tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) kawasan exit tol. Menurutnya, berdasarkan izin penetapan lokasi (IPL) exit tol di Kulonprogo terdapat tiga titik meliputi Sentolo, Pengasih yang berbatasan antara Wates dan Temon.
Keberadaan tiga exit tol tersebut dinilai sangat menguntungkan bagi Kulonprogo. "Tol tidak hanya untuk lewat tetapi menjadi pengungkit ekonomi. Dengan tiga exit tol itu, harapan kami banyak pengguna jalan tol yang masuk Kulonprogo," katanya saat ditemui, Kamis (24/7/2025).
Saryono mengaku, sudah melakukan kajian untuk penyiapan lahan sekitar 69 hektare di exit tol Pengasih. Kajian tersebut berkaitan dengan peruntukan ruangnya, tata bangunan, dan penataan lingkungannya agar berdasar pada Raperbup yang sedang dirancang nantinya.
Menurutnya, di exit tol Pengasih masih berada di lahan sawah dilindungi (LSD) yang tidak mudah untuk dialihfungsikan menjadi bangunan. Dalam Raperbup, lahan yang berstatus LSD akan tetap dipertahankan. "Sawah dipertahankan dengan view yang menarik seperti di kawasan Nanggulan," imbuhnya.
Saryono menuturkan, akan ada kompleks perdagangan yang bisa saja direalisasikan di exit tol Pengasih. Namun, tetap ada ruang-ruang terbuka untuk publik seperti joging track.
Terkait kajian tata ruang, lanjutnya, masih terbatas di exit tol Pengasih dan Temon. Penyebabnya karena di exit tol Sentolo masih menunggu dari pusat kepastian pembangunannya. "Kajian ini sebagai pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru di exit tol seperti apa," ucapnya.
Dari kajian exit tol Pengasih dan Temon nantinya akan menghasilkan dua Perbup. Saryono menegaskan, kajian ini menjadi upaya Pemkab Kulonprogo menyiapkan perencanaan tata ruang untuk menyambut kehadiran Jalan Tol Jogja-Bandara YIA.
Ketika investor masuk dan ingin mengembangkan usaha di exit tol tersebut, semua bisa mengacu pada Perbup RTBL yang sedang dirancang ini. "Untuk di exit tol Temon diarahkan terkait konsep hotel yang disesuaikan," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank BPD DIY menyalurkan CSR di Kulonprogo, mulai dari bedah 15 RTLH, beasiswa, fasilitas publik hingga bantuan motor sampah.
Prediksi Indonesia vs Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026, Senin 5 Oktober 2026 pukul 20.00 WIB di SUGBK Jakarta.
PSIM Jogja menggelar gim internal untuk mengembalikan fisik dan ritme permainan jelang menghadapi Persija pada pekan keempat Super League 2026/2027.
Jacky Manuputty menjelaskan alasan absen dalam pelantikan Wantimpres di Istana Negara. Ia memastikan telah menyatakan kesediaannya.
Pilur serentak Bantul 2026 berjalan aman, lancar, dan damai. Bupati Abdul Halim Muslih meminta warga menjaga kerukunan dan menerima hasil dengan legowo
Meta Description:Kabupaten Temanggung menerima DBHCHT 2026 sebesar Rp28 miliar, turun dari sekitar Rp61 miliar pada 2025 dan berdampak pada program daerah.