PEMILU 2014 : Kerawanan Konflik Lebih Tinggi daripada Pemilu 2009

JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra KumalaPolisi membentuk barikade pengamanan saat simulasi pengamanan pemilu di kawasan Stadion Manahan, Solo, Selasa (25 - 2). Latihan Sistem Pengamanan Kota tersebut dilakukan agar anggota kepolisian sigap dalam menghadapi massa yang anarkis saat berlangsungnya pemilu.
28 Februari 2014 16:19 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Kapolda DIY) Brigjen Pol Haka Astana menyatakan situasi keamanan menjelang pelaksanaan Pemilu 2014 cenderung berbeda dengan Pemilu 2009.

Situasi kerawanan diperkirakan lebih tinggi karena kompetisi antar dan intern parpol lebih kuat dalam memperoleh dukungan suara.

"Kalau sebelumnya kan antarpendukung lain partai, tapi sekarang di dalamnya sendiri kan ada kompetisi juga," katanya, usai simulasi pengamanan pemilu bersama Polresta Jogja, Jumat (28/2/2014).

Berbagai persiapan, menurut dia, telah dilakukan dalam menghadapi Pemilu diantaranya penyiapan posko informasi Pemilu serta penyiapan personel untuk ditempatkan di kantor KPU dan TPS.

"Jadi nanti ada polanya, dalam satu TPS akan ada dua personal yang membantu sepuluh Linmas, tergantung situasi," katanya.

Menjelang dan saat Pemilu 9 April di DIY akan terdapat beberapa titik rawan yang harus diwaspadai. Namun demikian, manurut dia, tidak dapat ditentukan secara pasti, karena akan selalu mengalami perubahan dan terus dievaluasi.

"Misalnya di perbatasan-perbatasan provinsi kan ada beberapa TPS yang kemungkinan pemilihnya hanya dengan menggunakan KTP. Serta kemungkinan masuknya para penonton ke TPS setelah selesai memilih dan mendukung calon yang ada di situ. Ini menimbulkan kerawanan," katanya.

Ia mengatakan sesuai instruksi Kapolri apabila situasi kerawanan yang kemungkinan terjadi hingga membahayan jiwa maka akan segera diambil tindakan hukum secara terukur, sesuai Undang-Undang.

"Ada satu unit yang memang nanti ditugaskan untuk mengambil tindakan hukum untuk melumpuhkan,"katanya.