Ditlantas Polda DIY: Pengemudi Taksi Jangan Main Hakim Sendiri
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
JIBI/Solopos/Ardiansyah Indra Kumala Polisi membentuk barikade pengamanan saat simulasi pengamanan pemilu di kawasan Stadion Manahan, Solo, Selasa (25/2). Latihan Sistem Pengamanan Kota tersebut dilakukan agar anggota kepolisian sigap dalam menghadapi massa yang anarkis saat berlangsungnya pemilu.
Harianjogja.com, JOGJA- Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (Kapolda DIY) Brigjen Pol Haka Astana menyatakan situasi keamanan menjelang pelaksanaan Pemilu 2014 cenderung berbeda dengan Pemilu 2009.
Situasi kerawanan diperkirakan lebih tinggi karena kompetisi antar dan intern parpol lebih kuat dalam memperoleh dukungan suara.
"Kalau sebelumnya kan antarpendukung lain partai, tapi sekarang di dalamnya sendiri kan ada kompetisi juga," katanya, usai simulasi pengamanan pemilu bersama Polresta Jogja, Jumat (28/2/2014).
Berbagai persiapan, menurut dia, telah dilakukan dalam menghadapi Pemilu diantaranya penyiapan posko informasi Pemilu serta penyiapan personel untuk ditempatkan di kantor KPU dan TPS.
"Jadi nanti ada polanya, dalam satu TPS akan ada dua personal yang membantu sepuluh Linmas, tergantung situasi," katanya.
Menjelang dan saat Pemilu 9 April di DIY akan terdapat beberapa titik rawan yang harus diwaspadai. Namun demikian, manurut dia, tidak dapat ditentukan secara pasti, karena akan selalu mengalami perubahan dan terus dievaluasi.
"Misalnya di perbatasan-perbatasan provinsi kan ada beberapa TPS yang kemungkinan pemilihnya hanya dengan menggunakan KTP. Serta kemungkinan masuknya para penonton ke TPS setelah selesai memilih dan mendukung calon yang ada di situ. Ini menimbulkan kerawanan," katanya.
Ia mengatakan sesuai instruksi Kapolri apabila situasi kerawanan yang kemungkinan terjadi hingga membahayan jiwa maka akan segera diambil tindakan hukum secara terukur, sesuai Undang-Undang.
"Ada satu unit yang memang nanti ditugaskan untuk mengambil tindakan hukum untuk melumpuhkan,"katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta tidak ada aksi main hakim sendiri antara pengemudi taksi konvensional dan taksi berbasis aplikasi
KPK mengungkap dugaan korupsi izin tinggal WNA senilai Rp145,5 miliar. Penyidik membongkar kode rahasia "malaikat" hingga "vokalis".
Ahli gizi mengingatkan sosis menjadi salah satu menu sarapan terburuk untuk kolesterol karena tinggi lemak jenuh dan mengandung nitrit.
Timnas Indonesia menghadapi Oman di SUGBK, Jumat malam. Garuda memburu kemenangan pertama atas Oman sejak 1988 sekaligus tambahan poin ranking FIFA.
Tech3 KTM membuka peluang bagi pembalap Moto2 untuk naik ke MotoGP 2027. Strategi ini disiapkan menghadapi era baru mesin 850cc.
Peneliti menemukan WiFi dapat mengenali identitas seseorang tanpa ponsel dengan akurasi 99,5%, memunculkan kekhawatiran baru soal privasi.