Advertisement
Banyak Perpusdes Kekurangan Tenaga Pengelola
Foto ilustrasi. - Solopos/Nicolous Irawan
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perpustakaan desa (perpusdes) di sejumlah wilayah di Gunungkidul kekurangan tenaga pengelola. Dari 144 desa yang ada di Gunungkidul, hingga kini sudah ada 148 perpusdes.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Gunungkidul, Ali Ridlo, mengatakan dari 148 perpusdes yang ada, baru 29 perpusdes yang memiliki pengelola. Diakuinya, kendala honor membuat perpusdes kekurangan tenaga pengelola. “Masih banyak pegawai perpusdes yang belum mendapat upah layak,” kata dia kepada Harian Jogja, Jumat (15/2/2019).
Advertisement
Dijelaskan Ali, tenaga pengelola perpusdes berbeda dengan pustakawan. Pasalnya, seorang pustakawan harus belajar bidang studi soal perpustakaan di perguruan tinggi. Menurutnya, pengelola perpusdes bisa berasal dari mana saja. “Mereka bisa berasal dari anak SMA atau warga lainnya,” ujarnya.
Belum adanya honor yang layak untuk pengelola perpusdes terjadi karena keterbatasan anggaran. Dalam pelaksanaannya, pengelola perpusdes di Gunungkidul banyak diurus oleh pamong desa. “Masih banyak yang merangkap jabatan, padahal seharusnya dipisah,” katanya.
Untuk pengembangan perpusdes, Dispusip terus memberikan bimbingan teknis (bimtek) kepada para pengelola sekaligus menggelar lomba perpustakaan antardesa di Gunungkidul.
Di sisi lain, perpustakaan di Gunungkidul setiap tahun baru dikunjungi sekitar 65.700 orang. Padahal kriteria untuk bisa mencapai minat baca yang baik harus mencapai 10% dari jumlah penduduk. “Jumlah penduduk Kabupaten Gunungkidul saat ini sekitar 722.479 orang. Jadi, minat baca dikatakan baik jika minimal jumlah warga yang berkunjung ke perpustakaan mencapai 72.249 orang,” kataAli.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Duel Antar Geng Berujung Pembacokan di Pakualaman Jogja
- WFH Jumat untuk ASN Sleman Mulai Digodok, Layanan Publik Tetap Jalan
- Jumat Agung, Tablo Salib di Gereja Pugeran Jogja Dihidupkan Anak Muda
- Kunjungi Museum Andi Bayou, DPRD DIY Susun Regulasi Baru
- Angin Kencang Terjang Sleman, Pohon Tumbang Timpa Mobil dan Rumah
Advertisement
Advertisement









