Revitalisasi Pasar Playen Ditarget Rampung Akhir 2019

Sejumlah anggota Komisi C DPRD Gunungkidul saat menggelar inspeksi mendadak proyek pembangunan Pasar Playen tahap pertama, beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/David Kurniawan
24 Februari 2019 19:15 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul mengalokasikan Rp4,4 miliar untuk melanjutkan pembangunan Pasar Playen. Diharapkan proses revitalisasi di pasar itu bisa selesai di akhir 2019.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Ari Setiawan, mengatakan program revitalisasi Pasar Playen dimulai 2018. Pada saat itu, Pemkab mengalokasikan anggaran Rp2,5 miliar untuk merampungkan pembangunan. Hanya, alokasi tersebut belum bisa mencukupi kebutuhan seluruh perbaikan di pasar yang terletak di Desa Ngawu ini. “Pembangunan kami lanjutkan tahun ini,” kata Ari kepada wartawan, Sabtu (23/2/2019).

Dia menjelaskan Pemkab menargetkan pembangunan Pasar Playen selesai akhir tahun ini. Guna menyelesaikan target tersebut dialokasikan anggaran dari Dana Alokasi Khusus sebesar Rp2,1 miliar dan dari APBD Kabupaten Gunungkidul sebesar Rp2,3 miliar. “Untuk Pasar Playen ada dua alokasi anggaran. Kalau ditotal untuk menyelesaikan revitalisasi membutuhkan anggaran Rp4,4 miliar,” katanya.

Ari berharap pelaksanaan mulai dari lelang hingga pembangunan dapat berjalan lancar agar dapat selesai sesuai target. “Mudah-mudahan akhir tahun selesai dan awal 2020 pasar sudah bisa digunakan lagi,” katanya.

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Disperindag Gunungkidul, Suryanto. Menurut dia program revitalisasi pasar merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan Pemkab setiap tahun.

Untuk tahun ini selain Pasar Playen pembangunan pasar tradisional juga dilaksanakan di Pasar Jimbranan Ponjong. Untuk Pasar Karangijo di Desa Ponjong, Kecamatan Ponjong, diusulkan mendapatkan dana tugas pembantuan (TP) dari Kementerian Perdagangan. “Sudah kami usulkan dan tinggal menunggu apakah dikabulkan atau tidak,” katanya.

Dia menjelaskan program revitalisasi pasar bertujuan untuk meningkatkan kualitas di pasar sehingga dapat terlihat bersih, aman dan nyaman. “Kami terus berusaha membuat lokasi pasar serepresentatif mungkin karena dengan kondisi pasar yang bersih dan rapi maka aktivitas di pasar juga semakin baik dan tidak terlihat kumuh,” katanya.

Anggota Komisi C DPRD Gunungkidul, Anton Supriyadi, berharap agar kejadian terkait dengan pembangunan Pasar Playen di tahap pertama tidak terulang. Menurut dia, hasil dari inspeksi mendadak yang dilakukan Komisi C di akhir tahun lalu ada kesalahan dalam perencanaan sehingga saat selesai dibangun langsung ada kerusakan khususnya di bagian atap dan saluran pembuangan air. “Jangan sampai terulang karena jika salah perencanaan bisa membahayakan. JadiKami berharap agar kualitas dari bangunan harus diperhatikan dengan benar,” katanya.