Hingga Februari, 6.400 Wajib KTP di Kulonprogo Belum Lakukan Perekaman

Pegawai Disdukcapil Kulonprogo memilah keping e-KTP invalid di Kantor Pelayanan Disdukcapil Kulonprogo, Selasa (18/12/2018). Pemilahan dilakukan sebelum e-KTP tersebut dimusnahkan. - Harian Jogja/Uli Febriarni
24 Maret 2019 21:57 WIB Fahmi Ahmad Burhan Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kulonprogo menargetkan 100% perekaman e-KTP sebelum gelaran Pemilu April nanti. Sampai Februari, 6.493 wajib KTP masih belum melakukan perekaman e-KTP.

Kepala Seksi Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) Disdukcapil Kulonprogo, Tri Aryani mengatakan dari total wajib KTP Kulonprogo, masih ada 1,8% wajib KTP yang belum melakukan perekaman. "Berdasarkan instruksi dari Kemendagri, kami targetkan sebelum Pemilu, 100% wajib KTP harus selesai perekaman," ujarnya pada Jumat (22/3/2019).

Ia mengatakan, dari total wajib KTP sebanyak 344.838 jiwa, masih ada yang belum melakukan perekaman karena secara berturut-turut terjadi penambahan wajib KTP pemula yang sudah masuk usia wajib KTP. Namun, pihaknya mengantisipasi adanya penambahan wajib KTP dari pemula itu dengan pendataan sebelum masuk perekaman.

"Warga yang masih usia 16 tahun kita data, dalam upaya jemput bola ke sekolah, yang usia 16 tahun tetap kita rekam, tapi belum kita cetak, kita cetak setelah dia berusia 17 tahun," kata Tri.

Dalam mengejar target 100% perekaman e-KTP itu pihak Disdukcapil melakukan upaya jemput bola. Jemput bola dilakukan secara rutin tiap akhir pekan di tempat-tempat keramaian seperti di Alun-Alun Wates. Selain itu, jemput bola juga dilakukan di beberapa SMA dan SMK yang ada di Kulonprogo.

Tri Aryani mengatakan, saat upaya jemput bola perekaman e-KTP dilakukan di SMA dan SMK, siswa yang berusia 16 tahun pun tetap direkam. Hal tersebut dilakukan untuk mengefisienkan waktu perekaman. Jadinya setelah siswa tersebut direkam, ketika ia berusia 17 tahun tinggal menunggu hasil pencetakannya.

Kepala Disdukcapil Kulonprogo, Djulistyo mengatakan, upaya jemput bola dilakukan guna menyelesaikan target 100% wajib KTP di Kulonprogo untuk direkam. Ia berharap target 100% perekaman e-KTP bisa terlaksana sebelum pelaksanaan Pemilu 2019 April nanti.