Dosen UGM yang Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya Tak Pernah Absen Nyumbang Hewan Kurban

Rumah duka di RT 27/RW 06 Minomartani, Ngaglik, Kabupaten Sleman. - Harian Jogja/Yogi Anugrah
05 Mei 2019 17:17 WIB Yogi Anugrah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pensiunan dosen UGM, Litasari yang ditemukan meninggal dunia di rumahnya di Jl. Kakap Raya No.30 Desa Minomartani, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Sabtu (4/5) lalu termasuk orang yang memiliki intensitas kesibukan yang cukup tinggi. Meski begitu almarhumah dinilai orang yang memiliki kepedulian dan jiwa sosial yang cukup tinggi.

Ketua RT 27 RW 26 Perumnas Minomartani, Sudiyatno, mengatakan dalam bermasyarakat, almarhumah merupakan warga yang cukup aktif dalam kegiatan masyarakat. 
“Sering bertemu kalau ada kegiatan di masjid, almarhum kan juga orang yang cukup sibuk,” kata dia kepada Harianjogja.com, Minggu (5/5/2019).

Dia mengatakan almarhumah juga memiliki jiwa sosial yang tinggi. Setidaknya setiap Idul Adha, almarhumah tak pernah absen menyumbangkan hewan ternak. "Kami sudah bertetangga dengan beliau sejak 30 tahun silam. Setiap tahun [saat Idul Adha], beliau juga tidak pernah absen sebagai shahibul qurban [orang yang menyumbang hewan kurban]," ucap Sudiyatno.

Disinggung soal kabar bahwa almarhumah adalah cucu Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, Sudiyatno pun membenarkan. Meski tak tahu banyak soal itu, dia tak menampik kabar tersebut. “Iya benar, almarhumah cucu dari Ki Hajar Dewantara,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, pensiunan dosen Universitas Gadjah Mada (UGM), Litasari ditemukan tewas di rumahnya di Minomartani, Ngaglik, Kabupaten Sleman. Diduga korban meninggal sejak tiga hari yang lalu karena jasadnya telah mengeluarkan bau busuk.

"Korban atas nama Ibu Litasari, pensiunan dosen UGM. Pertama kali ditemukan pagi tadi, sekitar pukul 10.00 WIB," kata Kanitreskrim Polsek Ngaglik, Iptu Budi Karyanto.

Iptu Budi mengatakan berdasarkan hasil olah TKP, tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Kondisi rumah juga tidak ada yang rusak dan tidak ada barang berharga milik korban yang hilang.

"Hasil pemeriksaan medis, diduga korban meninggal sejak tiga hari lalu. Dari keterangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit jantung, jadi dugaan awal korban mengalami serangan jantung, tidak ditemukan unsur pidana," kata dia.