Bupati Gunungkidul Ajak ASN Nglarisi Pasar Tiap Jumat Awal Bulan
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
ilustrasi./dok
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Gunungkidul masih mencermati kebutuhan dana Pilkada 2020. Meski belum pasti, berdasarkan usulan dari KPU dan Bawaslu, total anggaran mencapai Rp35 miliar.
Sekretaris TAPD Gunungkidul, Saptoyo, mengatakan jajarannya sudah bertemu dengan KPU dan Bawaslu Gunungkidul guna membahas pendanaan penyelenggaraan Pilkada 2020. Hasil dari pertemuan ini diketahui kebutuhan anggaran mencapai Rp35 miliar. Adapun rinciannya Rp29 miliar untuk penyelenggaraan di KPU dan Rp6 miliar merupakan usulan dari Bawaslu.
Meski demikian, anggaran yang diajukan masih sebatas usulan dan Pemkab harus mencermati usulan tersebut. Ia menjelaskan, pencermatan dibutuhkan agar anggaran bisa efektif dan sesuai dengan kemampuan anggaran daerah. Saptoyo menuturkan hasil pencermatan sudah terlihat karena anggarannya bisa ditekan. Sebagai contoh, di Bawaslu awalnya mengajukan Rp12 miliar, tapi setelah dicermati bisa ditekan menjadi Rp6 miliar. “Anggarannya belum pasti karena masih butuh pembahasan lanjutan,” kata Saptoyo, Selasa (3/9/2019). Menurut dia, kepastian pembahasan masih menunggu surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri berkaitan dengan pembiayaan tahapan pilkada.
Pria yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul ini mengatakan surat edaran dibutuhkan sebagai payung hukum untuk memasukkan anggaran kegiatan meski APBD Perubahan 2019 telah selesai dibahas. “Kami butuh aturan ini sebagai payung hukum,” katanya.
Meski harus menunggu surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri, Saptoyo optimistis permasalahan dana pilkada bisa selesai sebelum akhir bulan ini. “Awal Oktober sudah ada perjanjian penyerahan hibah ke KPU atau Bawaslu Gunungkidul,” katanya.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengatakan jajarannya sudah membahas kebutuhan anggaran untuk pilkada. Total dana hibah yang diajukan sebesar Rp29 miliar. “Ini masih sebatas usulan dan belum disetujui oleh Pemkab,” katanya.
Menurut dia, anggaran yang diajukan sudah dicermati dan disesuaikan dengan kebutuhan dalam tahapan pilkada. Ia tidak menampik anggaran tersebut digunakan untuk banyak kegiatan mulai dari cetak surat suara, pengadaan alat pencoblosan, kampanye hingga biaya untuk badan adhoc dalam pilkada. “Untuk rincian nanti kalau sudah ada kesepakatan dengan Pemkab,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Gunungkidul memberi ASN waktu 1,5 jam tiap Jumat awal bulan untuk belanja di pasar tradisional dan UMKM.
Bapanas memastikan stok beras premium dan medium di pasar tradisional tersedia. Harga beras premium tercatat Rp14.200 per kg.
John Herdman ingin memutus rekor buruk Timnas Indonesia atas Thailand sekaligus membawa Garuda juara FIFA ASEAN Cup 2026.
Kulit terasa kesat setelah cuci muka bukan tanda benar-benar bersih. Dokter menjelaskan cara cleansing yang efektif tanpa merusak kulit.
Gempa mengguncang Sukabumi dan Malang pada Minggu malam. Simak data BMKG serta panduan mitigasi gempa sebelum, saat, dan sesudah bencan
Kevin Diks meminta Timnas Indonesia tetap fokus dan tak terbawa emosi saat menghadapi Thailand di final FIFA ASEAN Cup 2026.