Ideologi Ekstrem Masuk Ruang Digital, Amir Mahmud Ingatkan Pentingnya Pancasila
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif (tengah) didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Jogja Ainul Khalid dan Kasubag Hukum dan Humas RSUP dr.Sardjito, Banu Hermawan saat mengunjungi korban sengatan listrik, Jumat (6/9/2019).
Harianjogja.com, SLEMAN - Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Krishna Syarif mengunjungi Petugas Satpol PP Bantul yang menjadi korban kecelakan Kerja di RSUP Dr. Sarjito Jogja, Jumat (6/9/2019).
Dalam kunjungan tersebut, Krishna ingin memastikan korban yang merupakan peserta BPJS Ketenagakerjaan tersebuat mandapatkan penanganan cepat dan dilayani dengan baik. "Kami menanggung seluruh biaya perawatan bagi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sampai sembuh, sampai bisa bekerja kembali," katanya saat mengunjungi Bangsal Perawatan Luka Bakar RSUP Dr Sardjito, Jumat.
Selain menanggung biaya perawatan korban, BPJS Ketenagakerjaan juga akan memberikan santunan bagi korban yang meninggal dunia. Krishna juga mengucapkan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. "Untuk korban meninggal akan mendapatkan santunan Jaminan Kematian sebesar 48 kali upah yang dilaporkan. Upahnya Rp1,9 juta dikalikan 48 kali," katanya.
Sebagai diketahui, kecelakaan kerja ini bermula ketika sembilan orang Personil Satpol PP Bantul hendak menurunkan baliho di Simpang Empat Banjardadap pada Selasa (3/9/2019) lalu. Belum lama mereka bekerja terdengar suara ledakan dari kabel yang tidak sengaja mengenai petugas yang menyebabkan kedua orang terpental karena tersengat aliran listrik.
Dari kejadian tersebut satu orang meninggal atas nama Ardi Suryo Nugroho dan satu orang lainnya atas nama Sigit Priyarmo harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama di Rumah Sakit Rajawali Citra Bantul. Dikarenakan Sigit membutuhkan perawatan lanjutan, maka dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito yang merupakan salah satu Pusat Layanan Kecelakaan Kerja (PLKK) BPJS Ketenagakerjaan.
"Keberadaan kami di sini sebagai bukti negara hadir untuk memberikan perlindungan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan," katanya.
Dia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa setiap pekerjaan pasti memiliki risiko. Oleh karena itu dia menghimbau kepada semua pekeja agar mendaftarkan diri menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. "Kalau ada pekerja yang mengalami kecelakaan kerja, kalau tidak ikut BPJS Ketenagakerjaan, maka si pemberi kerja diwajibkan untuk menanggung biaya perawatan. Itu aturan UU," tutup Krishna.
Sementara itu, Kasubag Hukum dan Humas RSUP dr.Sardjito, Banu Hermawan mengatakan, kondisi korban (Sigit) saat ini terus membaik. Awalnya, korban sempat mengalami koma dalam tiga hari terakhir. "Setelah mendapatkan perawatan intensif, hari ini sudah sadar. Sudah bisa merespon ucapan dan lainnya," kata Banu.
Korban Sigit, lanjut Banu, mengalami luka bakar sekitar 30%. Saat ini korban masih menggunakan alat bantu pernapasan. "Tim dokter langsung menangani dengan intensif. Apalagi korban mengalami traumatis yang kompleks. Kami siapkan dokter syaraf hingga dokter operasi plastik untuk membantu kesembuhannya," kata Banu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ideologi ekstrem menyasar ruang digital. Amir Mahmud menilai Pancasila, literasi, dialog dan ketahanan sosial penting menjaga persatuan bangsa.
Mentan Amran menyebut ketersediaan beras Indonesia mencapai 25 juta ton saat 33 negara menyiapkan persediaan pangan untuk kondisi darurat.
Jogja Photo Art Experience menghadirkan 168 karya dari 45 pameris dalam tujuh ruang instalasi seni di Jogja City Mall hingga 31 Desember 2026.
Calon penerima bansos 2027 perlu memiliki IKD aktif untuk daftar mandiri melalui Perlinsos Digital. Simak syarat dan cara aktivasi IKD.
Simak cara cek tilang ETLE secara online, konfirmasi pelanggaran, mengajukan sanggahan, hingga membayar denda melalui BRIVA.
Satlantas Polresta Sleman memberikan 690 teguran selama enam hari Operasi Patuh Progo 2026. Tercatat 61 kecelakaan lalu lintas.