GSM Diyakini Ampuh Tangkal Klithih, 25 Sekolah di Sleman Bakal Jadi Sasaran Program

Empat tersangka pembacokan yang mengakibatkan tewsnya Egy Hermawan ditetapkan tersangka, Selasa (24/9/2019). - Harian Jogja/Lugas Subarkah
01 Oktober 2019 18:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman bakal mengadakan pelatihan kepada 25 sekolah yang ada di di wilayah ini. Pelatihan ini untuk memperkenalkan Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) yang dinilai cocok untuk diimplementasikan dalam kurikulum sekolah yang ada di bumi sembada.

Pelatihan bakal menyasar 17 sekolah dasar dan 8 sekolah menengah pertama (SMP) bertempat di Dinas Pendidikan Ruang Ki Hajar Dewantara lantai III. Seperti diberitakan sebelumnya, keberadaan GSM diyakini sebagai salah satu cara mencegah praktik kejahatan jalanan alias klithih yang marak terjadi di Jogja.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Sri Wantini mengatakan pelatihan dilaksanakan selama tiga hari yaitu tanggal 2, 3 dan 4 Oktober 2019.

"Kami akan melatih 25 sekolah, 17 SD dan 8 SMP. Dalam acara pembukaan kami juga mengundang stakeholders dari instansi terkait, termasuk volunteer dari GSM, karena kami memang sudah sepakat untuk bekerjasama," ujar Sri Wantini kepada Harianjogja.com, Selasa (1/10/2019).

GSM, lanjut Sri, dinilai sebagai upaya strategi untuk mewujudkan pendidikan berkualitas di Kabupaten Sleman. "Dan ini memang saya angkat sebagai proyek perubahan dengan judul Akselerasi GSM Sebagai strategi mewujudkan pendidikan berkualitas di Kabupaten Sleman," paparnya.

Tak hanya itu, upaya untuk mengintegrasikan GSM dengan kurikulum sekolah juga direspons dengan serius oleh Disdik kabupaten Sleman dengan disusunnya perbup. Namun, hingga saat ini perbup memang belum diketok final. "Masih dalam proses penyusunan," ujar Sri Wantini.

Adapun, pasca-workshop dilakukan kepada peserta yang terlibat, sekolah peserta pelatihan langsung akan mengimplementasikannya.

Sri Wantini menilai, GSM cocok untuk diimplementasikan di kurikulum sekolah yang ada di Kabupaten Sleman. "Saya melihat, mencermati, merasakan, bahwa GSM ini dalam pelaksanaannya bisa mengintegrasikan berbagai kebijakan pendidikan," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun juga mendukung digagasnya gerakan sekolah menyenangkan (GSM) yang diaplikasikan di sekolah yang ada di kabupaten Sleman. GSM juga dinilainya ampuh dalam menghalau aksi klithih di kalangan pelajar yang belakangan kembali memakan korban jiwa.

Menurut Sri Muslimatun, gerakan tersebut selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Sleman yaitu Sekolah Ramah Anak.

Sri Muslimatun menilai adanya GSM yang mulai diterapkan di sekolah ini bisa menjadi solusi untuk menjauhkan anak dari kenakalan remaja seperti bully dan klitih.

Pasalnya, dari sejumlah kasus kenakalan remaja, salah satu faktor yang melatar belakangi kasus tersebut yaitu adanya kesenjangan di dalam keluarga, sekolah ataupun lingkungan.

“Ada tiga unsur untuk tercapainya pendidikan, yaitu rumah (keluarga), sekolah dan lingkungan. Ketiga unsur ini sangat berperan. Di ketiga unsur ini, anak-anak perlu merasakan sesuatu yang menyenangkan. Di rumah, anak-anak harus merasakan senang, begitu juga di Sekolah dan lingkungannya," ujar Sri Muslimatun.

Menurutnya, jika dari ketiga unsur tersebut anak tidak merasakan senang dan rasa nyaman, dapat menimbulkan kesenjangan.

“Sangat mungkin ketika terjadinya kenakalan remaja seperti klitih, dikarenakan adanya kesenjangan. Ada sesuatu yang hilang yang mereka butuhkan, yang tidak terpenuhi sehingga, mencari tempat lain untuk memenuhi kepuasanya, rasa senangnya, dan rasa ingin diakui,” tutup Sri Muslimatun.