Sapta Pesona Jadi Fondasi Penting Pariwisata

Dosen STIE Pariwisata API, Endang Widayati (paling kiri) bersama Kabid Pengembangan Kapasitas, Dispar DIY, Wardoyo (kedua dari kiri) memaparkan materinya dalam acara Kampanye Sadar Wisata di Balai Dusun Panjangan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Senin (11/11/2019). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
11 November 2019 16:57 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) DIY terus mengampanyekan gerakan sadar wisata dan sapta pesona wisata kepada masyarakat. Keduanya dinilai menjadi fondasi pengembangan destinasi wisata maupun desa wisata di masing-masing wilayah.

"Sebelum memunculkan potensi wisata masyarakat harus memiliki bekal sadar wisata dan sapta pesona," kata Kepala Bidang Pengembangan Kapasitas, Dispar DIY, Wardoyo dalam acara Kampanye Sadar Wisata di Balai Dusun Panjangan, Desa Sendangsari, Kecamatan Pajangan, Bantul, Senin (11/11/2019).

Selain Wardoyo, yang menjadi pembicara dalam Kampanye Sadar Wisata yang digelar Dispr DIY tersebut adalah anggota DPRD DIY Joko Purnomo, Kasi Kelembagaan Dispar DIY Sri Purwanti, Kepala Desa Sendangsari Irwan Susanto, dan akademisi dari STIE Pariwisata API Endang Widayati.

Wardoyo mengatakan sapta pesona merupakan unsur pariwisata yang harus diketahui dan dijalankan oleh pelaku wisata dan masyarakat untuk mendatangkan wisatawan maupun mempertahankan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata atau desa wisata.

Sapta pesona, kata dia, terdiri dari aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan. Aman berarti wisatawan merasa aman saat berkunjung ke objek wisata dari berbagai gangguan; tertib dari sisi lalu lintas, parkir, tidak terjadi penumpukan; menjaga kebersihan; terasa sejuk dan indah dipandang.

Selain itu masyarakat juga perlu ramah dalam menyambut dan memperlakukan wisatawan hingga menimbulkan kenangan dari wisatawan sehingga wiasatawan tergerak untuk kembali lagi. Tahun ini, kata dia, dinasnya mamang getol menyosialisasikan sadar wisata dan pesona wisata untuk penguatan sumber daya pelaku wisata maupun masyarakat. "Masyarakat juga harus tahu. Percuma pokdarwis getol mengelola wisata tapi masyarakatnya acuh," ujar Wardoyo.

Anggota DPRD DIY Joko Purnomo mengatakan pembangunan infrastruktur saat ini harus difokuskan untuk pengembangan wisata karena dunia paeiwisata di DIY yang menjadi daya tarik sekaligus daya ungkit perekonomian masyarakat. "Kebijakan sepertinya sudah diarahkan ke sana tetapi memang belum maksimal karena keterbatasan anggaran," kata Joko.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga mengajak masyarakat DIY untuk menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan.