10 Keluarga di Bantul Berangkat Transmigrasi ke Kaltim

Lahan transmigrasi. - Antara
03 Desember 2019 10:17 WIB Kiki Luqmanul Hakim (ST16) Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul memberangkat 10 Kepala Keluarga (KK) untuk transmigrasi ke Bulungan, Kalimantan Timur, pada Senin (2/12/2019).

Sebanyak 10 KK tersebut diantaranya ialah, dari Desa Muntuk ada 2 KK 5 jiwa, Desa Mangunan 3 KK 9 jiwa, Desa Bangunjiwo 1 KK 2 jiwa, Desa Jambidan 1 KK 3 Jiwa, Desa Bantul 1 KK 3 Jiwa, Desa Mulyodadi 1 KK 2 jiwa dan Desa Gadingsari Kecamatan Sanden ada 1 KK 3 Jiwa.

Kepala Disnakertrans Bantul, Sulistyanto, mengatakan 10 KK tersebut mendapatkan dua hektare lahan untuk dikelola. Menurutnya selama ini transmigran selalu menemui kendala ketika akan membuka lahan.

"Rata-rata transmigran mendapatkan 2 hektare lahan untuk dikelola. Yang jadi persoalan biasanya transmigran sudah datang namun lahan belum dibuka sehingga mereka harus membuka lahan dan membutuhkan waktu lama, 1 hektare untuk pekarangan dan 1 hektarenya untuk lahan pertanian," jelas Kepala Disnakertrans Bantul, Sulistyanto, pada pelepasan transmigran di Gedung Transito Bantul, Senin (2/12/2019).

Ia juga menjelaskan jika tiap KK mendapatkan biaya jaminan hidup (jadup) sebesar Rp10 juta dan bantuan sembako selama satu tahun. Sebelum berangkat pihak Disnakertrans telah memberikan pelatihan pengelolaan lahan.

"Sebelum mereka berangkat itu diberikan pelatihan seperti pengolahan pertanian kelapa sawit, karet, beternak dan sebagainya. Diharapkan mereka juga dapat membuka warung kelontong karena posisi lokasi transmigrasi jauh dari pusat perbelanjaan," terangnya.

Sejauh ini jumlah trasmigran yang menunggu daftar ada sekitar 70 KK dengan lokasi tujuan Kalimantan dan Sumatra.

Acara tersebut turut dihadiri Bupati Bantul, Suharsono. Ia berharap transmigran bisa betah dan merasa nyaman tinggal di kawasan transmigrasi.

"Perjuangan menuju kesuksesan bermula dari sini, semoga 10 kepala keluarga ini bisa betah disana dan bisa meraih hidup yang lebih sejahtera lagi," katanya.

"Waktu di Kepolisian saya juga pernah merantau seperti mereka, intinya saat merantau itu kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, semoga mereka bisa seperti saya," tambahnya.

Sementara itu Pasutri transmigran asal Sukorame Dlingo Arif Agung Rohmadi, 22 dan Susi Wulandari mengaku optimistis dengan bertransmigrasi kehidupan lebih baik dibanding dengan yang ada di Bantul saat ini.

"Selama di Bantul saya bekerja serabutan karena lapangan kerja susah, saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Bantul karean sudah membuat progam seperti ini. Semoga saya sama istri saya bisa hidup bahagia di tempat yang baru," kata Arif.