Sejarah Terboyo Terkuak dari Peta Kuno Semarang Tahun 1695
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Lahan transmigrasi. /Antara
Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul memberangkat 10 Kepala Keluarga (KK) untuk transmigrasi ke Bulungan, Kalimantan Timur, pada Senin (2/12/2019).
Sebanyak 10 KK tersebut diantaranya ialah, dari Desa Muntuk ada 2 KK 5 jiwa, Desa Mangunan 3 KK 9 jiwa, Desa Bangunjiwo 1 KK 2 jiwa, Desa Jambidan 1 KK 3 Jiwa, Desa Bantul 1 KK 3 Jiwa, Desa Mulyodadi 1 KK 2 jiwa dan Desa Gadingsari Kecamatan Sanden ada 1 KK 3 Jiwa.
Kepala Disnakertrans Bantul, Sulistyanto, mengatakan 10 KK tersebut mendapatkan dua hektare lahan untuk dikelola. Menurutnya selama ini transmigran selalu menemui kendala ketika akan membuka lahan.
"Rata-rata transmigran mendapatkan 2 hektare lahan untuk dikelola. Yang jadi persoalan biasanya transmigran sudah datang namun lahan belum dibuka sehingga mereka harus membuka lahan dan membutuhkan waktu lama, 1 hektare untuk pekarangan dan 1 hektarenya untuk lahan pertanian," jelas Kepala Disnakertrans Bantul, Sulistyanto, pada pelepasan transmigran di Gedung Transito Bantul, Senin (2/12/2019).
Ia juga menjelaskan jika tiap KK mendapatkan biaya jaminan hidup (jadup) sebesar Rp10 juta dan bantuan sembako selama satu tahun. Sebelum berangkat pihak Disnakertrans telah memberikan pelatihan pengelolaan lahan.
"Sebelum mereka berangkat itu diberikan pelatihan seperti pengolahan pertanian kelapa sawit, karet, beternak dan sebagainya. Diharapkan mereka juga dapat membuka warung kelontong karena posisi lokasi transmigrasi jauh dari pusat perbelanjaan," terangnya.
Sejauh ini jumlah trasmigran yang menunggu daftar ada sekitar 70 KK dengan lokasi tujuan Kalimantan dan Sumatra.
Acara tersebut turut dihadiri Bupati Bantul, Suharsono. Ia berharap transmigran bisa betah dan merasa nyaman tinggal di kawasan transmigrasi.
"Perjuangan menuju kesuksesan bermula dari sini, semoga 10 kepala keluarga ini bisa betah disana dan bisa meraih hidup yang lebih sejahtera lagi," katanya.
"Waktu di Kepolisian saya juga pernah merantau seperti mereka, intinya saat merantau itu kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan, semoga mereka bisa seperti saya," tambahnya.
Sementara itu Pasutri transmigran asal Sukorame Dlingo Arif Agung Rohmadi, 22 dan Susi Wulandari mengaku optimistis dengan bertransmigrasi kehidupan lebih baik dibanding dengan yang ada di Bantul saat ini.
"Selama di Bantul saya bekerja serabutan karena lapangan kerja susah, saya sangat berterima kasih kepada pemerintah Bantul karean sudah membuat progam seperti ini. Semoga saya sama istri saya bisa hidup bahagia di tempat yang baru," kata Arif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peta kuno karya MD Roy tahun 1695 mengungkap nama Terboyo telah tercatat sebelum era Bupati Suryadi Menggolo V.
Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi 1 dan 2 rampung 100%, tetapi belum beroperasi. Simak alasan dan proses yang masih harus diselesaikan.
Prakiraan cuaca DIY Rabu 19 Agustus 2026 didominasi berawan. Kulon Progo berpotensi udara kabur dan suhu Jogja mencapai 32 derajat.
Jadwal SIM Keliling Gunungkidul 19 Agustus 2026 hadir di Sambipitu. Cek lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Jadwal layanan SIM Polresta Sleman Agustus 2026 telah dirilis. Cek lokasi SIM Keliling, MPP, SIMMADE, jam layanan, dan syarat perpanjangan.
Cek jadwal DAMRI Bandara YIA Rabu 19 Agustus 2026. Ada lima rute menuju Jogja dan Sleman dengan tarif Rp80.000 per penumpang.