Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga: Prof. Yunahar Ilyas Adalah Cendekiawan yang Ulama

Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Beni Susanto. - Harian Jogja/Sunartono
03 Januari 2020 10:27 WIB Nina Atmasari Bantul Share :

 Harianjogja.com, BANTUL-- Keluarga besar Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan menyampaikan rasa bela sungkawa dan duka yang mendalam atas wafatnya Ustaz Prof Yunahar Ilyas (Ketua PP Muhammadiyah dan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia) pada Kamis (2/1/2020) malam di Jogja.

Pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan, KH. Beny Susanto mengungkapkan sebagai bagian kecil dari entitas terbesar muslim nusantara dengan paham Aswaja an-Nahdiyah, ia bersaksi bahwa almarhum wafat dengan husnul khotimah, diampuni dosa dan diterima amal baiknya.

“Apalagi beliau bukan hanya cendekiawan tetapi juga sedikit dari jajaran ulama yang dimiliki oleh Perserikatan Muhammadiyah. Banyak cendekiawan, intelektual dan ilmuwan bertebaran dalam perserikatan tetapi tidak banyak yang ulama,” katanya, dalam rilis yang diterima Harianjogja.com, Jumat (3/1/2020).

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Ben ini, wafatnya Yunahar Ilyas bukan hanya duka bagi warga Perserikatan Muhammadiyah, tetapi duka juga kaum muslimin, bangsa dan negara Indonesia. Yunahar disebut telah memberikan teladan, perjuangan dan pembangunan untuk bangsa dan negara.

Sejak muda telah aktif sebagai Ketua DPC IMM Kota Padang, Guru Madrasah Muallimin Yogyakarta, Guru Besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan wafat masih menjabat sebagai wakil ketua umum MUI Pusat bersama Ketua Umum (non aktif) Prof. Dr (Hc) KH. Ma’ruf Amin.

“Selamat jalan dan terima kasih atas teladan dan perjuanganmu. Kami teruskan khidmatmu untuk seluruh bangsa Indonesia yang berdasarkan pada Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1945. Insya Allah kami akan bertemu kembali dengan almarhum sebagai mana pernah terjadi di dunia. Semoga Allah SWT mempertemukan kita dengan penuh karunia, rahmat dan ridhoNya di surge,” kata Gus Ben. (*)